- Home
-
- Luar Negeri
-
- Mengagetkan, Ini Tanggapan...
Mengagetkan, Ini Tanggapan Tiongkok soal Dugaan Kesengajaan Jatuhnya Pesawat China Eastern
Kamis, 19 Mei 2022, 06:37 WIBBeijing - Otoritas penerbangan Tiongkok menanggapi dugaan yang mengemuka soal kemungkinan ada faktor kesengajaan pada jatuhnya pesawat China Eastern nomor penerbangan MU-5735 dari ketinggian hampir 9.000 meter di Daerah Otonomi Guangxi pada 21 Maret.
Badan Keamanan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) bersama Badan Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) memastikan tidak merilis informasi hasil investigasi penyebab jatuhnya pesawat jenis Boeing 737-800 milik maskapai China Eastern Airlines tersebut.
NTSB menyatakan pihaknya akan memberikan bantuan teknis secara profesional dalam mengidentifikasi penyebab kecelakaan, menurut pernyataan CAAC yang dimuat Global Times, Rabu.
CAAC mengeluarkan pernyataan tersebut untuk menanggapi pemberitaan Wall Street Journal (WSJ) bahwa perekam data penerbangan yang ditemukan dari lokasi kecelakaan yang dikirim ke AS untuk dianalisis menunjukkan bahwa seseorang - mungkin pilot atau seseorang yang memaksa masuk ke kokpit - memberikan perintah agar posisi pesawat menukik.
"Pesawat melakukan apa yang diperintahkan oleh seseorang di kokpit," kata sumber yang mengetahui penilaian pendahuluan para ahli di NTSB kepada WSJ.
Menurut CAAC, pihaknya mengundang NTSB sebagai investigator karena pesawat nahas tersebut dirancang bangun di AS. Hal tersebut sesuai dengan Konvensi Penerbangan Sipil Internasional.
CAAC berjanji akan merilis semua informasi terkait hasil investigasi.
Posisi pesawat berada dalam keadaan vertikal saat jatuh menghunjam ke perbukitan Guangxi dalam perjalanan dari Kunming menuju Guangzhou di wilayah selatan China pada siang hari 21 Maret.
Tak seorang pun dari 132 penumpang dan awak di dalam pesawat tersebut yang selamat. Tanaman hutan di lokasi kecelakaan juga ludes terbakar beberapa saat setelah MU-5735 jatuh.
Jatuhnya pesawat penumpang domestik tersebut menjadi catatan terburuk kecelakaan udara di China dalam 12 tahun terakhir.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Kemenhaj Bangkalan Pastikan Jemaah Haji Aman Selama Ibadah
-
DKI Jakarta rencanakan bentuk PJLP khusus tangani ikan sapu-sapu
-
Inter Milan Berpeluang Kunci Gelar
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.