Koran-jakarta.com || Senin, 07 Mar 2022, 15:38 WIB

Setahun Beroperasi, KRL Solo-Jogja Layani 2 Juta Penumpang

  • Jogja
  • Solo
  • KRL
  • Transportasi darat

JAKARTA - Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo sudah setahun beroperasi dan melayani sekitar dua juta pergerakan penumpang di kawasan aglomerasi Solo - Yogyakarta.

Setahun Beroperasi, KRL Solo-Jogja Layani 2 Juta Penumpang

Ket. Penumpang mengantri masuk KRL.

Doc: Istimewa Setahun Beroperasi, KRL Solo-Jogja Layani 2 Juta Penumpang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kehadiran KRL yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 1 Maret 2021 ini, merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Kemenhub untuk membangun transportasi masa depan dan berkelanjutan. Kawasan aglomerasi Solo-Jogja memiliki potensi wisata yang luar biasa.

"Ini menunjukkan antusiasme masyarakat memanfaatkan KRL Solo-Jogja cukup tinggi meski di tengah pandemi," kata Budi Webinar memperingati 1 tahun pelayanan KRL Solo-Jogja bertema "Makin Cepat, Makin Dekat, Makin Erat" yang diselenggarakan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), belum lama ini.

Sebelum ada kereta, lanjutnya, masyarakat Solo-Jogja mengandalkan transportasi jalan untuk mobilitas sehari-hari. Hal ini menyebabkan tingginya konsumsi bahan bakar minyak yang menyebabkan tingginya emisi dan polusi udara. Kehadiran KRL ini akan berkontribusi pada pengurangan angka konsumsi BBM hingga 51,7% dan kita berharap tingkat peralihan minat masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke KRL mencapai 50%.

Budi berharap, jalur KRL dapat terus diperpanjang agar dapat semakin banyak daerah yang dilayani dan turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah yang dilalui. Tidak hanya di Jawa, pengembagnan KRL juga akan terus dilakukan di luar pulau Jawa seperti di Sumatera dan daerah lainnya.

"Kami mengajak seluruh masyarakat di Solo-Jogja dan sekitarnya untuk memanfaatkan fasilitas KRL dengan maksimal. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, operator, dan juga para pemangku kepentingan terkait agar angkutan massal di Solo-Jogja semakin terintegrasi antar modanya sehingga semakin mudah diakses," katanya.

Lebih lanjut Budi mengungkapkan, selain ramah lingkungan, kehadiran KRL Solo-Jogja yang menggantikan Kereta Rel Diesel Prambanan Ekspress (KRD Prameks) ini juga merupakan komitmen pemerintah untuk terus mendukung industri dalam negeri agar dapat terus meningkatkan daya saingnya dengan produk luar negeri.

Pada kesempatan sama, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri menjelaskan, KRL merupakan salah satu moda angkutan massal yang memilik sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan moda lainnya. Sejumlah keunggulannya yaitu memiliki emisi yang rendah (ramah lingkungan), kehandalan layanan dalam jangka panjang, efisiensi pergerakan, kapasitas angkut yang tinggi, dan memperkuat struktur tata ruang.

"KRL Solo-Jogja yang dioperatori oleh PT KCI ini juga memiliki sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan kereta api pendahulunya yaitu Kereta Rel Diesel Prambanan Ekspress (KRDE Prameks). Kita akan terus mengembangkan elektrifikasi perkeretaapian di Solo-Jogja, memperpanjang jalur sampai dengan Palur, menyambungkan kereta dari Wonogiri sampai dengan Bandara Adi Sumarmo, dan membangun Depo KRL di wilayah Jebres," katanya.

Sedangkan Bupati Klaten Sri Mulyani yang turut hadir dalam webinar ini mengungkapkan, kehadiran KRL memberikan sejumlah dampak positif di daerahnya. Ia mengakui, kehadiran KRL mengurangi kemacetan di kota Klaten karena masyarakat sudah mulai beralih dari kendaraan pribadi ke KRL.

Tim Redaksi:
M
M

Like, Comment, or Share:

Tulisan Lainnya dari Mohammad Zaki Alatas

Artikel Terkait