Riset Luar Angkasa, Ilmuwan Telah Buat Peta 3D Baru dalam Penelitian Planet Mirip
Sabtu, 05 Feb 2022, 19:00 WIBSampai saat ini NASA dan juga organisasi luar angkasa lainnya kerap mencari exoplanet atau planet ekstrasurya dengan memiliki elemen kehidupan dasar. Namun kini, sebuah temuan baru memudahkan mencari planet di luar Bumi tersebut.
Exoplanet banyak yang tidak bisa dihuni, akan tetapi, banyak planet tersebut masih berguna dalam mencari dunia lebih ramah lagi. Para ilmuwan dari Universitas Lund telah membuat peta 3D raksasa gas ultra-panas WASP-189b.
Sementara itu, terdapat beberapa elemen kehidupan dasar termasuk oksigen, karbon, hidrogen dan bahan penting lainnya. Akan tetapi tetap saja, mereka masih tidak dapat menemukan dunia seperti Bumi ini.
Saat ini, inovasi ruang angkasa baru dari Universitas Lund mungkin membantu dalam hal lokasi planet pendukung kehidupan.
Teknologi peta 3D yang dapat memberikan wawasan tentang galaksi dan planet jauh lainnya. Tim peneliti menggunakan spektrograf resolusi tinggi demi mempelajari cahaya bintang induk saat melewati atmosfer planet, mencari posisi garis dalam elemen yang tidak hanya menunjukkan materi apa yang ada, tapi juga berputar di sekitar lapisan 3D.
Ilmuwan yang terlibat secara khusus menciptakan representasi tiga dimensi dari atmosfer raksasa gas yang sangat panas.
Dalam catatan, WASP-189b merupakan planet di luar tata surya kita sendiri, dengan memiliki suhu siang hari 3.200 derajat Celcius. Suhu itu dapat dengan mudah melelehkan besi.
Temuan dalam planet tersebut ternyata sangat dekat dengan bintang inangnya, dengan satu tahun berlangsung selama 2,7 hari. Mereka mulai mengamati planet ini sejak 2020, saat planet ekstrasurya itu juga menarik perhatian CHaracterising ExOPlanets Satellite (CHEOPS).
Dengan begitu, telah menjadi subjek yang menarik bagi para astronom dan ahli luar angkasa lainnya. Studi baru mereka yang kerap meliputi atmosfer planet ekstrasurya dapat memberikan lebih banyak informasi tentang dunia di luar tata surya.
Melansir dari TechTimes, Senin (31/1), ilmuwan Universitas Lund memakai spektrograf resolusi tinggi, yang memungkinkan mereka mempelajari bintang induk planet ekstrasurya itu. Mereka mampu mengamati cahaya yang melewati atmosfer benda langit.
Sehingga teknik tersebut melibatkan para ahli yang menemukan bukti kuat pertama dari titanium oksida di atmosfer planet WASP-189b. Selain itu, mereka juga mengidentifikasi zat besi, magnesium, dan kromium.
Hingga kini, mereka percaya bahwa teknik spektrograf baru yang mereka gunakan akan memungkinkan untuk menerjemahkan atmosfer planet ekstrasurya lain dan membandingkannya satu sama lain.
Mereka dapat mengamati dunia lain untuk melihat apakah planet yang ditemukan mendukung kehidupan atau tidak jika penelitian tersebut berhasil.
Dengan demikian, tak hanya mengandalkan Peta 3D untuk menemukan planet baru, Teleskop James Webb yang belum lama diluncurkan dapat dikerahkan sepenuhnya untuk memberikan pandangan dekat yang belum pernah terjadi sebelumnya di planet ekstrasurya, dengan membuat katalog lebih dari 300 dunia baru.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Zulfikar Ali Husen
Berita Terkait:
-
Kukar Bergerak! Rencana Gila Optimalkan Lahan Demi Swasembada Pangan Kaltim
-
Aldila Kembali Berpasangan dengan Olmos di Korea Open
-
19-20 Desember Diprediksi Dishub DKI Puncak Arus Mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
-
BP Tapera Cetak Rekor Penyaluran Rumah Subsidi 2025: Hampir 280 Ribu Unit Tersalur
-
Ada Menu Sup Lobster dan Bawang Bombay untuk Astronot Prancis di Stasiun Luar Angkasa Internasional
-
Bupati Pati Sudewo Ogah Mundur, Pakar Hukum Sebut Bisa Diberhentikan Karena Kebijakan Tak Libatkan Rakyat
-
Ribuan Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Nasional di Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.