Canggih! Baterai Masa Depan Bagi Mobil Listrik Harus Panjang Umur dan Kuat
- Canggih
- Teknologi Canggih
- baterai
Kemajuan dunia mobil listrik terus mengalami kenaikan, dari peminat hingga kekuatannya. Baterai bagi mobil listrik harus panjang umur dan juga kuat. Untuk itulah tujuan penelitian baterai ion litium, dan bahan baku ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Ket.
Doc: istimewa
Sementara itu, lembaga pengujian dan penelitian bahan, atau EMPA di Swiss orang mengembangkan baterai untuk masa depan. Jadi, baterai itu nantinya akan bisa menyimpan lebih banyak energi, berfungsi lebih lama dan lebih berkelanjutan daripada baterai jaman sekarang. Struktur komponen di bagian dalam baterai sangat menentukan.
Dalam sebuah baterai selalu terdapat katode dan anode, lalu kutub plus dan minus. Sebagian besar terdiri dari aluminium dan tembaga.
Katode merupakan sebuah baterai ion litium dilapisi oksida dari nikel, kobalt dan mangan. Sementara anodenya dilapisi grafit. Di antaranya terdapat lapisan yang bisa ditembus ion-ion. Lapisan yang disebut "pemisah", menyebabkan kedua komponen tidak bisa menyatu.
Kedua komponen tersebut tidak bisa saling bersentuhan. Di dalam selnya katode dan anode masing-masing ada di dalam elektrolit yang bersifat konduktif.
Demikian, ketika baterai diisi, dari lapisan katode dilepas ion litium. Ion-ion itu menembus pemisah dan mencapai anode.
Di sana, ion-ion melekat pada grafit. Ketika baterai digunakan, ion-ion kembali ke katode dan melepas energi. Saat itu elektron mengalir lewat kontak.
Anda mungkin tertarik:
Corsin Battaglia dan timnya meneliti, upaya proses mengoptimalisasi baterai elektro. Salah satu tujuan utamanya merupakan menurunkan kadar kobalt dalam campuran bahannya. Dalam 20 tahun terakhir orang sudah berhasil mengurangi kadar kobalt.
Dari hal tersebut, terutama kobalt punya ciri khas unik untuk menjadikan baterai lebih panjang umur dan berkemampuan besar. Oleh sebab itu, sangat sulit untuk berhenti menggunakan bahan baku ini, dan menemukan penggantinya dalam waktu singkat.
Inilah perkembangan yang sangat diharapkan cabang industri itu. Tiongkok sudah menanamkan modal sedikitnya 60 miliar dolar di dalam industri mobil listrik. Sedangkan Eropa masih perlu menyusul.