- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Mengambil Alih Bandara ...
AS Mengambil Alih Bandara Kabul untuk Mengevakuasi Staf dari Afganistan
Senin, 16 Agu 2021, 15:34 WIBMiliter AS telah mengamankan situs tersebut dan mengambil alih kontrol lalu lintas udara untuk mengevakuasi staf Amerika dan sekutunya.
Tetapi penerbangan komersial sebagian besar telah ditangguhkan, membuat ratusan warga Afghanistan dan warga negara asing lainnya terdampar seperti yang dilansir BBC.
Taliban mengklaim kemenangan setelah pemerintah runtuh pada hari Minggu. Presiden Ashraf Ghani telah melarikan diri ke luar negeri.
Kembalinya gerilyawan untuk memerintah telah mengakhiri hampir 20 tahun kehadiran koalisi pimpinan AS di negara itu.
Kabul adalah kota besar terakhir di Afghanistan yang bertahan melawan serangan Taliban yang dimulai beberapa bulan lalu tetapi semakin cepat dalam beberapa hari terakhir ketika mereka menguasai wilayah, mengejutkan banyak pengamat.
Kelompok Islam mampu merebut kendali setelah sebagian besar pasukan asing ditarik keluar.
Pada akhir pekan, Presiden AS Joe Biden membela penarikan pasukan Amerika, dengan mengatakan dia tidak bisa membenarkan "kehadiran Amerika tanpa akhir di tengah konflik sipil negara lain".
Setelah perebutan Kabul oleh Taliban, banyak orang menuju ke bandara.
Satu video yang diambil oleh seorang jurnalis Afghanistan pada hari Senin menunjukkan kerumunan orang berlarian ke terminal bandara dengan anak-anak dan barang bawaan di belakangnya.
AS mengatakan telah memindahkan semua staf kedutaannya ke bandara untuk menunggu evakuasi, dengan hampir 6.000 tentara dikirim untuk membantu operasi tersebut.
Ribuan warga Amerika, staf kedutaan lokal dan keluarga mereka, serta "warga negara Afghanistan yang rentan" akan diterbangkan dalam beberapa hari mendatang, kata pernyataan resmi pemerintah.
Banyak maskapai penerbangan komersial telah mengubah rute di sekitar Kabul atau menangguhkan penerbangan.
Pada rekaman Minggu malam menunjukkan ratusan orang berlarian untuk mencoba mendapatkan penerbangan komersial terakhir ke luar kota.
Gambar-gambar menunjukkan kerumunan orang Afghanistan menunggu di landasan sementara pasukan AS berjaga-jaga pada Senin pagi. Pada satu titik, para tentara melepaskan tembakan ke udara untuk "meredakan kekacauan", kata seorang pejabat AS kepada Reuters.
Rakhshanda Jilali, seorang aktivis hak asasi manusia yang mencoba untuk pergi, mengatakan: "Bagaimana (Amerika) dapat menahan bandara dan mendikte syarat dan ketentuan untuk Afghanistan?"
"Ini adalah bandara kami, tetapi kami melihat para diplomat dievakuasi sementara kami menunggu dalam ketidakpastian," katanya kepada Reuters.
Lebih dari 60 negara, termasuk AS dan Inggris, telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengatakan bahwa rakyat Afghanistan "layak untuk hidup dalam keselamatan, keamanan, dan martabat", dan bahwa keamanan dan ketertiban sipil harus segera dipulihkan.
Mereka juga meminta Taliban untuk mengizinkan siapa saja yang ingin pergi, dan untuk menjaga jalan, bandara, dan penyeberangan perbatasan tetap terbuka.
Suhail Shaheen, anggota tim perunding Taliban di Qatar, mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang di Kabul tidak perlu khawatir dan bahwa properti dan kehidupan mereka aman.
"Kami adalah pelayan rakyat dan negara ini," katanya.
- amerika
- Amerika Serikat (AS)
- Presiden Afghanistan
- Bandar Udara (Bandara)
- Afghanistan
- Kelompok Saparatis
- Kelompok Radikal
- Bandara
- Kudeta
- taliban
- Kelompok Separatis
- Kelompok Separatis Taliban
- Kudeta Taliban
- Kelompok Bersenjata
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Zulfikar Ali Husen
Berita Terkait:
-
Kirab Asalha Mahapuja 2026 Satukan Ribuan Umat Buddha dari Dalam dan Luar Negeri
-
Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan
-
Tembus AS! Ekspor Kerapu Sulsel Capai Rp13,7 Miliar Hanya Dalam 6 Bulan
-
Dedi Mulyadi Gagas Lima Desa di Bekasi Ditata dengan Nuansa Sunda, Rumah Tradisional Bakal Dipertahankan
-
Papua Akan Andalkan Kopi sebagai Pendongkrak Ekonomi Lokal
-
Atasi Kekeringan di Banyumas, BNPB Salurkan 27.000 Liter Air Bersih
-
Oprah Winfrey akan Menutup Sekolah Putri Miliknya di Afrika Selatan Setelah 20 Tahun Beroperasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.