Pemda DIY Minta Siswa SMK Magang di Luar Negeri Mendapat Pendampingan Penuh

Senin, 05 Okt 2026, 19:15 WIB

YOGYAKARTA — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta pendampingan bagi siswa SMK yang menjalani program magang maupun lulusan SMK yang bekerja di luar negeri dilakukan secara menyeluruh. Pendampingan tidak hanya diberikan saat persiapan keberangkatan, tetapi berlanjut selama mereka menjalani masa magang atau bekerja di negara tujuan.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengatakan perlindungan terhadap pekerja muda tidak boleh berhenti pada penempatan kerja. Aspek kesehatan dan keselamatan kerja juga perlu dipastikan agar para siswa dan lulusan SMK mendapat perlindungan selama berada di luar negeri.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. @humasjogja

“Pendampingan ini sebagai bentuk tanggung jawab kita juga terhadap mereka. Jadi yang saya inginnya tidak hanya soal mendapat pekerjaan saja, tapi bagaimana jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja mereka selama di sana. Mereka ini juga anak-anak kita,” ungkap Sri Paduka saat menerima kunjungan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemendikdasmen RI, Arie Wibowo Khurniawan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (05/10). Dalam pertemuan itu, Sri Paduka didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Raden Suci Rohmadi.

Menurut Sri Paduka, proses sebelum keberangkatan perlu mencakup verifikasi dan validasi calon tenaga kerja. Pemilihan jenis pekerjaan juga perlu disaring untuk memastikan pekerjaan yang ditawarkan sesuai dan memiliki tingkat perlindungan yang memadai bagi pekerja muda.

Selain keterampilan dan kemampuan bahasa, calon peserta magang maupun pekerja juga dinilai perlu memahami aspek legalitas. Edukasi mengenai aturan dan status pekerjaan di negara tujuan dapat menjadi bekal sebelum mereka berangkat.

“Karena itu, kami mohon bantuannya, karena apapun yang terjadi, mereka anak kami. Mereka memang membutuhkan pekerjaan, tapi pekerjaan bukan segalanya. Kami sendiri selalu berupaya untuk berhati-hati pada setiap program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti ini,” imbuh Sri Paduka.

Sementara itu, Direktur SMK Kemendikdasmen RI, Arie Wibowo Khurniawan, mengatakan sekitar 2.000 siswa magang dan pekerja luar negeri akan diberangkatkan pada tahun ini. Mereka dijadwalkan mengikuti pelepasan pada 29 Oktober 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Para peserta selanjutnya akan ditempatkan di sejumlah negara, antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, serta beberapa negara di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah.

Arie menjelaskan program magang umumnya disiapkan oleh sekolah. Pemerintah mendorong satuan pendidikan SMK untuk mengembangkan program serupa agar siswa memiliki pengalaman kerja sekaligus memperoleh paparan lingkungan kerja internasional.

“Program magang seperti ini biasanya dibentuk oleh sekolah. Dan kami memang mendorong sekolah untuk membuat program-program semacam ini. Kami memberikan bantuan berupa subsidi uang dan tes kesehatan. Pihak sekolah yang melakukan persiapan mulai dari pembekalan skill anak, kursus bahasa dan pengenalan budaya,” ungkapnya.

Selain membantu persiapan keberangkatan, Kemendikdasmen juga memastikan program magang dan kerja di luar negeri dapat berjalan secara berkelanjutan. Peserta magang juga didorong tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sambil bekerja.

Arie mengatakan kesempatan bekerja di luar negeri diharapkan tidak menghambat pendidikan para siswa, sehingga pengalaman kerja yang diperoleh dapat berjalan seiring dengan persiapan mereka untuk masa depan.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.