- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Memperluas Kemamp...
Tiongkok Memperluas Kemampuan Wilayah Nuklirnya, Begini Kata Para Ilmuwan
Kamis, 29 Jul 2021, 12:42 WIBChina memperluas kapasitasnya untuk menyimpan dan meluncurkan rudal nuklir, kata para ilmuwan AS.
Gambar satelit dari provinsi Xinjiang di barat negara itu menunjukkan sedang membangun lapangan silo rudal nuklir, sebuah laporan dari Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) mengatakan.
Pejabat pertahanan AS telah menyatakan keprihatinan tentang pembangunan nuklir China.
Ini adalah lapangan silo baru kedua yang dilaporkan sedang dibangun di China barat dalam dua bulan terakhir.
Situs tersebut dapat menampung sekitar 110 silo, yang merupakan fasilitas bawah tanah yang digunakan untuk penyimpanan dan peluncuran rudal.
Bulan lalu, surat kabar Washington Post melaporkan 120 silo terlihat di sebuah situs di daerah gurun di Yumen, di provinsi Gansu.
FAS mengatakan dalam laporannya pada hari Senin bahwa situs baru di Hami, sekitar 380 km (240 mil) barat laut Yumen, berada pada tahap pengembangan yang jauh lebih awal.
Pada tahun 2020, Pentagon mengatakan China akan menggandakan persediaan hulu ledak nuklirnya, dari pangkalan rendah.
Berita itu muncul saat AS dan Rusia bersiap untuk pembicaraan pengendalian senjata.
Pembicaraan, antara Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, dipandang sebagai langkah pertama untuk menghidupkan kembali negosiasi yang macet tentang pengurangan senjata nuklir.
Namun China sejauh ini belum mengambil bagian dalam negosiasi pengendalian senjata.
Komando Strategis AS, bagian dari Departemen Pertahanan yang bertanggung jawab atas pencegahan strategis, menyuarakan keprihatinannya tentang laporan itu dalam sebuah tweet.
"Ini adalah kedua kalinya dalam dua bulan publik mengetahui apa yang telah kami katakan selama ini tentang meningkatnya ancaman yang dihadapi dunia dan tabir kerahasiaan yang mengelilinginya," katanya.
Bidang silo di Xinjiang terdeteksi menggunakan citra satelit komersial, tetapi gambar beresolusi lebih tinggi kemudian disediakan oleh Planet, sebuah perusahaan pencitraan satelit.
Pada tahun 2020 China memiliki cadangan nuklir lebih dari 200 hulu ledak dan bertujuan untuk setidaknya menggandakan jumlah ini, kata Pentagon.
AS memiliki sekitar 3.800 hulu ledak, kata para analis.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Zulfikar Ali Husen
Berita Terkait:
-
Otsus Papua Dirancang untuk Melindungi Hak2- Hak Orang Asli Papua
-
Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Diskon Gila-gilaan! Naik Trans Jatim Cuma Rp81, Catat Tanggalnya
-
President University Raih Juara Student Design Sprint Competition 2026
-
Analis Intelejen Sebut Strategi Baru AS Lewat NATO Bidik 'Poros Otokratis' dan Gerus Kekuatan Russia–Tiongkok dan Iran
-
Duel Langit F-35 AS vs Su-57 Russia, Siapa Pemenangnya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.