Pertamina Harapkan Pemprov Jateng Usulkan Penyesuaian Kuota Imbas Migrasi BBM Subsidi

Senin, 05 Okt 2026, 19:55 WIB

SEMARANG - Konsumsi BBM subsidi di Jawa Tengah terus meningkat seiring pergeseran pengguna dari BBM nonsubsidi. Kondisi ini membuat kuota Pertalite dan Solar subsidi berpotensi kembali tertekan hingga akhir 2026.

Pertamina Patra Niaga mencatat realisasi Solar subsidi hingga September mencapai sekitar 1,7 juta kiloliter (KL) atau 107 persen dari kuota 2026. Jika tren berlanjut tanpa tambahan kuota, penyaluran diperkirakan mencapai 110 persen pada akhir tahun.

Ket. Foto: Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan — Sumber: antara foto

Sementara itu, Pertalite telah tersalurkan sekitar 2,4 juta KL, atau 101 persen dari kuota. Angkanya diproyeksikan mencapai 103 persen hingga Desember.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan persoalan tersebut bukan karena stok BBM terbatas, melainkan kuota subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

“BBM ini sebenarnya stoknya melimpah. Tetapi penyalurannya tergantung kuota yang ditetapkan oleh pemerintah, yang merupakan usulan pemerintah daerah,” kata Taufiq saat ditemui di Semarang.

Menurut dia, stok Pertalite di Jateng dan DIY rata-rata masih tersedia hingga sekitar 10 kali lipat, sedangkan Solar mencapai 15-20 kali lipat.

Tambahan Kuota

Pertamina secara berkala menyampaikan perkembangan realisasi penyaluran kepada pemerintah daerah agar pengawasan dan antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

“Setiap bulan kami terus memberikan surat kepada pemerintah daerah Provinsi Jateng dan DIY untuk menggambarkan realisasi kuotanya sudah berapa,” ujar Taufiq.

Pemerintah daerah dapat mengusulkan tambahan kuota kepada pemerintah pusat sesuai perkembangan konsumsi. Untuk DIY, usulan tambahan kuota telah diajukan.

Pertamina berharap Jawa Tengah segera mengambil langkah serupa jika konsumsi terus meningkat, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terjaga hingga akhir tahun.

Dengan kondisi tersebut, tantangan BBM subsidi di Jateng bukan terletak pada ketersediaan stok, tetapi kecukupan kuota penyaluran.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.