- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Kirimkan Kapal Pe...
Tiongkok Kirimkan Kapal Pengintai Kedua
Senin, 19 Jul 2021, 05:23 WIBSYDNEY - Kantor berita Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Minggu (18/7) melaporkan bahwa kapal pengintai Tiongkok kedua sedang berlayar untuk memasuki perairan lepas pantai timur laut Australia. Kehadiran kapal mata-mata Tiongkok itu menurut ABC ada hubungannya dengan latihan militer gabungan antara Australia dan Amerika Serikat (AS) yang dimulai pekan lalu.
"Kapal pengintai itu sedang mendekati Australia melalui Laut Solomon di sekitar Papua Nugini, dan akan bergabung dengan kapal intelijen Tiongkok lainnya yang sebelumnya terlihat menuju Australia melalui Selat Torres, dan sedang dipantau oleh pasukan pertahanan Australia," ungkap ABC.
Kapal-kapal pengintai Tiongkok itu akan memantau Talisman Saber, latihan militer gabungan rutin antara AS dan Australia yang berlangsung setiap dua tahun. Sky News melaporkan nama kapal intelijen Tiongkok itu adalah Haiwangxing.
"Pengiriman dua kapal pengintai ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Beijing dan hal itu menandai perkembangan yang tidak biasa," tulis ABC yang mengutip keterangan pejabat pasukan pertahanan.
Lebih dari 17.000 tentara dari Australia dan AS akan berpartisipasi dalam Talisman Sabre, yang diadakan di wilayah Australia mulai dari 14 hingga 31 Juli.
Saat menanggapi kehadiran kapal pengintai pertama, Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton, mengatakan bahwa kapal pengintai itu adalah pengingat dari PLA (Tentara Pembebasan Rakyat) selalu ada di wilayah tersebut.
"Kami telah melihat dalam operasi sebelumnya kehadiran kapal Tiongkok dan kami telah memantaunya selama beberapa waktu," kata Menhan Dutton.
Ketegangan Geopolitik
Latihan militer Talisman Saber itu digelar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Canberra dan Beijing, yang diperburuk ketika Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menyerukan penyelidikan independen terhadap asal usul virus korona tahun lalu dan seruan itu telah dia pekan lalu.
Menanggapi seruan PM Morrison itu, Beijing menerapkan serangkaian pembalasan berupa pembatasan perdagangan terhadap komoditi dari Australia, termasuk batu bara, anggur dan jelai. Tindakan itu disebut oleh pemerintahan Presiden AS, Joe Biden, sebagai pemaksaan ekonomi. AFP/Bloomberg/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
-
Bogor Siap Ubah Sampah Jadi Listrik, PSEL Raya 1 Mulai Dibangun September
-
MTV Video Music Awards 2026 Siap Digelar, Madonna dan Taylor Swift Bersaing Ketat
-
Pembangunan Jalan Akses KEK Bitung Selesai! Distribusi Logistik Sulut Makin Lancar
-
Siti Hasmah Istri Mahathir Mohamad Tutup Usia 100 Tahun, Dimakamkan Secara Kenegaraan
-
Viral Dimana-Mana, Sound Kasih Aba-Aba 2.0 Shopee 9.9 Ditonton Puluhan Juta Kali
-
Sengketa RDN Masuk Tahap Mediasi, PT Paramitra Alfa Sekuritas dan Nasabah Menanti Niat Baik BCA.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.