Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Gubernur NTB Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Selasa, 20 Okt 2026, 06:22 WIBMATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, beras, dan pupuk di wilayahnya berada dalam kondisi terkendali dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait terus memantau ketersediaan serta kelancaran distribusi untuk menjaga pemenuhan kebutuhan masyarakat," ujarnya di Mataram, Senin.
Gubernur NTBÂ sudah menerima laporan dari Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog NTB, Sales Branch Manager PT Pertamina NTB, serta perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah NTB terkait kondisi kebutuhan masyarakat tersebut.
Ia menegaskan pemerintah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pasokan dan distribusi komoditas strategis tetap terjaga. Masyarakat pun diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan karena kekhawatiran terhadap informasi kelangkaan yang belum terverifikasi.
Di sektor pangan, Bulog bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTB dijadwalkan menyalurkan bantuan pangan dari Presiden pada akhir Oktober 2026. Bantuan untuk alokasi tiga bulan tersebut berupa total 30 kilogram beras bagi setiap keluarga penerima manfaat. Penyaluran ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Untuk BBM dan elpiji, berdasarkan laporan Pertamina, pasokan di wilayah NTB berada dalam kondisi mencukupi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan dan distribusi BBM melalui jalur pasokan, termasuk Depo Ampenan, Depo Badas, dan Depo Bima, terus dipantau guna menjaga kelancaran penyaluran ke berbagai wilayah.
Sementara itu, terkait pupuk bersubsidi, termasuk pupuk NPK, perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah NTB melaporkan bahwa kegiatan bongkar muat pupuk dalam jumlah memadai sedang berlangsung di Pelabuhan Lembar. Pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan mendukung kebutuhan petani.
Pemantauan juga dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota. Dalam rapat koordinasi melalui konferensi video, para bupati dan wali kota melaporkan bahwa kondisi di wilayah masing-masing masih terkendali.
Iqbal menyatakan Pemerintah Provinsi NTB akan terus berkoordinasi dengan Bulog, Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi kendala serta menindaklanjuti persoalan distribusi yang ditemukan di lapangan.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat turut menjaga situasi NTB tetap aman dan kondusif dengan mengutamakan informasi resmi serta tidak mudah terpengaruh kabar yang belum dipastikan kebenarannya.
"Pemerintah akan terus memantau kondisi pasokan dan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Jaga Satwa Endemik Morotai, BKSDA Maluku Lepasliarkan 36 Satwa Liar.
-
Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
-
Pendaftaran KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
-
Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos ke Semifinal World Climbing Series Koper di Slovenia
-
Festival Bumi Sawerigading Memperkuat Identitas Budaya Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.