- Home
-
- Luar Negeri
-
- 43 Tahun di CNN, Christian...
43 Tahun di CNN, Christiane Amanpour Akhirnya Pilih Mundur
Selasa, 20 Okt 2026, 06:30 WIBNew York (AFP) â Jurnalis senior Christiane Amanpour mengumumkan pada Senin bahwa dirinya akan meninggalkan CNN setelah berkarier selama 43 tahun sebagai salah satu koresponden internasional paling terkemuka di stasiun televisi Amerika Serikat tersebut.
"Setelah mempertimbangkannya dengan saksama selama beberapa bulan dan melewati beberapa malam tanpa tidur, seperti yang bisa Anda bayangkan, saya memutuskan untuk berpisah dengan CNN," kata Amanpour, 68 tahun, dalam sebuah pernyataan.
Pengumuman itu disampaikan beberapa pekan setelah perusahaan media Paramount Skydance secara resmi mengambil alih Warner Bros. Discovery, perusahaan induk CNN.
Merger tersebut memicu kekhawatiran mengenai independensi CNN karena keluarga Ellison, pemilik perusahaan gabungan itu, merupakan sekutu dekat Presiden AS Donald Trump, yang selama ini menjadi pengkritik keras jaringan televisi tersebut.
Amanpour tidak menyinggung kesepakatan itu, tetapi menegaskan komitmennya untuk tetap "sangat independen".
"Hal itu sangat penting saat ini, ketika kita menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari berbagai pihak, baik politik, finansial, maupun meningkatnya bahaya di lapangan," ujarnya.
Amanpour, yang lahir di Inggris, pertama kali dikenal luas oleh pemirsa internasional CNN melalui liputannya tentang Perang Teluk 1991, yang menyusul invasi Irak ke Kuwait pada 1990.
Selama beberapa dekade terakhir, ia telah mewawancarai banyak pemimpin dunia dan tokoh penting, serta melaporkan berbagai peristiwa dari wilayah konflik, seperti Irak, Afghanistan, Pakistan, Somalia, Rwanda, dan kawasan Balkan.
Amanpour mengatakan program berita hariannya di CNN akan dikurangi menjadi tayang sekali sepekan hingga Juni tahun depan. Programnya di PBS juga akan berakhir.
Ia menambahkan bahwa dirinya "menantikan berbagai proyek baru yang menarik ke depannya dan akan selalu mendukung CNN serta menjaga tradisi jurnalisme independen yang telah dibangun jaringan tersebut. Ingat: selalu berpegang pada kebenaran, bukan bersikap netral."
Dalam memo yang dikutip media AS, CEO CNN Mark Thompson memuji Amanpour atas "43 tahun luar biasa yang diisi dengan jurnalisme hebat, loyalitas, dan persahabatan".
"Seperti banyak orang di CNN yang mendengar kabar ini hari ini, saya sangat menyayangkan kepergiannya. Namun, saya mulai menerima bahwa inilah waktu yang tepat baginya, baik secara pribadi maupun profesional," kata Thompson.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Terekam Dalam Gelap, Upaya Mengabadikan Kisah Para Pejuang Malam
-
Verstappen Bungkam Soal Masa Depan Jelang GP Inggris
-
HUT TNI ke-81 di Yahukimo Berlangsung Khidmat di Lapangan Abyu
-
Liburan ke Jepang Makin Mahal, Biaya Visa Kini Sentuh Angka 15.000 Yen
-
Benarkah Pendidikan Jurnalisme Sudah Tak Relevan dengan Perkembangan Media Digital?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.