Tips Sukses Isolasi Mandiri dari Pakar UGM
Rabu, 14 Jul 2021, 14:49 WIBYOGYAKARTA - Ketersediaan fasilitas kesehatan menurun akibat adanya lonjakan kasus Covid-19. Angka ketersediaan kamar, oksigen, serta obat-obatan cukup mengkhawatirkan. Saat ini, isolasi mandiri atau kerap kita sebut isoman menjadi opsi bijak bagi pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.
"Hal yang sering terjadi, banyak pasien yang terlambat datang ke rumah sakit. Artinya, mereka sudah terkonfirmasi positif Covid-19 pada beberapa hari yang lalu namun baru datang ke rumah sakit setelah mengalami gejala berat," tutur dokter RSA UGM, Fithri Islamiyah S.R, kemarin.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah konsultasi kepada pegawai medis. Yang penting dan perlu diingat bahwa Covid-19 menyerang sistem informasi antar organ sehingga sering terjadihappy hypoxiayang menyebabkan tubuh terasa sehat, namun sebenarnya sistem organ tubuh sudah tidak berfungsi dengan baik.
"Masih banyak ditemukan pasien Covid-19 justru takut untuk konsultasi ke rumah sakit," imbuh Fithri.
Konsultasi bertujuan untuk mengetahui kondisi tubuh sehingga tindakan yang diberikan akan sesuai. Dengan adanya konsultasi maka pasien terkonfirmasi Covid-19 akan mendapatkan akses pengobatan yang dapat mendukung kondisi tubuh saat isolasi mandiri. Selain itu, pihak rumah sakit dan pegawai kesehatan akan memberikan informasi dan arahan yang tepat ketika melakukan isolasi mandiri.
"Hal selanjutnya setelah memastikan kondisi tubuh dan sudah mendapatkan perawatan yang tepat maka yang harus dilakukan adalah mengabari orang sekitar yang sekiranya melakukan kontak. Ini adalah upaya untuk mencegah penularan lebih lanjut," jelasnya.
Saat melakukan isolasi mandiri, Fithri menjelaskan kondisi tubuh akan sangat fluktuatif sehingga kita harus waspada terhadap kondisi tubuh danself assessmentharus rutin dilakukan setiap pagi dan sore.Self assessmentberupa pencatatan kadar oksigen, suhu tubuh, dan evaluasi gejala yang dialami. Tindakan ini juga dapat menjadi langkah preventif yang dapat membantu dokter memberikan tindakan ketika kondisi tubuh menurun dan diharuskan ke rumah sakit.
"Saat ini di Indonesia sedang mengalami darurat bed, oksigen, dan obat obatan sehingga ketika terkonfirmasi Covid-19 dan kondisi tubuh masih baik maka teruslah bersemangat untuk sembuh," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
AS dan Tiongkok Bahas TikTok, Tarif, dan Minyak Rusia dalam Pertemuan Madrid
-
H-2 Lebaran, Pasaman Barat Mulai Dipadati Pemudik
-
BNPB Umumkan 604 Korban Tewas dan 468 Hilang Akibat Banjir Sumatera
-
Gubernur DKI Ingin Jakarta Jadi ‘Role Model’ Kota Ramah Perempuan dan Anak
-
Agar Pelanggan Bisa Jalani Ramadan Sepenuh Hati, Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati Selama Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 di Wilayah Jakarta dan Banten
-
Penertiban Penjual Petasan di Malam Ramadan
-
Anda Warga Tangerang? Pemkab Buka Pendaftaran Mudik Gratis "Online" Kuota Hanya 2.800 Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.