Astronom Kuak Kapan Bintang Pertama Bersinar
📅 Senin, 05 Jul 2021, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono"Karena kita sendiri adalah hasil evolusi bintang, kita melihat kembali asal kita sendiri," kata Profesor Ellis.
Selain menggunakan teleskop James Webb, para peneliti menganalisis cahaya bintang dari galaksi menggunakan teleskop Hubble dan Spitzer. Hasil penginderaan dari ketiganya dipakai untuk memperkirakan usia galaksi caranya dengan memeriksa proporsi atom hidrogen di atmosfer bintang. Umumnya semakin tua bintang, semakin besar proporsi atom hidrogen.
Galaksi yang dipelajari sebagai galaksi terjauh diperkirakan muncul 500 juta tahun atau lebih setelahBig Bang. Setelah memperkirakan umurnya, tim kemudian menghitung seberapa jauh galaksi itu dengan waktu yang ditempuh cahaya untuk mencapai teleskop. Beruntung enam galaksi yang dipelajari tim masih dapat diamati oleh teleskop.
Untuk mengukurnya, astronom menggunakan teleskop bumi, yaitu the Atacama Large Millimetre Array (Alma), The Very Large Telescope (VLT), dan The Gemini South Telescope, yang semua semuanya berlokasi di Cile.
Para ahli juga memanfaatkan teleskop kembar Keck di Hawaii, Amerika Serikat. Dengan data-data dari beragam teleskop tersebut dan analisis umur galaksi dan kapan mereka mulai terbentuk, tim kemudian menghitung kapan bintang pertama lahir di alam semesta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!