Saat Jenderal Kopassus Diperintahkan Jegal Gus Dur di Muktamar NU
Kamis, 15 Apr 2021, 15:59 WIBJAKARTA -Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, salah seorang jenderal senior Kopassus pernah punya kisah menarik ketika ia masih aktif di tentara. Kala itu, ia masih ingat sedang dapat tugas jadi Danrem di Madiun.
Nah, kala ia masih sedang menjabat sebagai Danrem di Madiun, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hendak menggelar muktamar. PBNU sendiri adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Salah satu tokoh yang dijagokan untuk memimpin NU ketika itu adalah Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid.
Namun rupanya,Soeharto, yang ketika itu jadi Presiden tak menyukainya. Lewat Panglima ABRI diperintahkan, agar bagaimana caranya Gus Dur tak naik jadi Ketua Umum PBNU. Ya, waktu itu Gus Dur tak disukai Soeharto, karena kerap melontarkan kritikan-kritikan tajam terhadap jalannya kekuasaan.
Maka seluruh jajaran tentara diperintahkan agar bisa menjegal Gus Dur. Luhut pun kebagian tugas itu. Suatu hari, kata Luhut, ia mengumpulkan para kiai di markas Danrem. Ia coba membujuk para kyai agar tak memilih Gus Dur.
Tapi pada akhirnya, semua upaya itu mental juga.Gus Dur tetap tak terbendung, terpilih jadi Ketua Umum PBNU. Kisah itu diceritakan Luhut, saat ia jadi pembicara di acara haul Gus Dur di markas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di Jakarta.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Agus Supriyatna
Berita Terkait:
-
Sabtu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-2 di Dunia, Pakai Masker, Hindari Udara Kotor!
-
Transparansi dan Efektivitas Belanja Negara Harus Diperkuat
-
Jadwal Ganjil Genap Jakarta Maret 2026, Daftar 25 Ruas Jalan, dan Aturan Tilang Terbaru
-
Penghijauan Sumber Mata Air di Bangli
-
Pendampingan petani untuk antisipasi dampak El Nino
-
Menko PMK Tinjau Pelaksanaan Program CKG Selama Satu Tahun
-
Lebih dari Dua Tahun Ambruk, Pemprov DKI Jakarta Segera Perbaiki Sekolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.