- Home
-
- Luar Negeri
-
- RI-Inggris Sepakat Rekatka...
RI-Inggris Sepakat Rekatkan Kerja Sama Riset dan Inovasi
Jumat, 26 Feb 2021, 14:28 WIB?LONDON - Indonesia dan Inggris rekatkan kerja sama riset dan inovasi melalui penandatanganan kesepakatan pembentukan UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS) atau Konsorsium RI-Inggris untuk Lintas Disiplin Ilmu Pengetahuan. Menristek RI Bambang Brodjonegoro dan Menteri urusan Asia Kemlu Inggris Nigel Adams MP menyaksikan penandatanganan kesepakatan yang dilaksanakan secara virtual pada Kamis (25/2).
Pimpinan dari 6 universitas pendiri UKICIS dari Inggris dan Indonesia yang melakukan penandatangan secara virtual adalah Profesor Christine Ennew (Rektor University of Warwick, Inggris), Profesor Reini Wirahadikusumah (Rektor ITB), Profesor Richard Dashwood (Wakil Rektor Coventry University, Inggris), Profesor Arif Satria (Rektor, Universitas IPB), Profesor Dame Jessica Corner, Wakil Rektor, University of Nottingham, Inggris) dan Profesor Panut Mulyono (Rektor UGM).
"UKICIS merupakan terobosan baru kerja sama riset dan inovasi RI-UK yang didorong oleh para diaspora Indonesia. Kerja sama ini diharapkan terus mendorong MoU Riset dan Inovasi RI-Inggris dan upaya memajukan program Prioritas Riset Nasional Indonesia," kata Menteri Bambang, seperti dikutip dari dikutip dari laman kemlu.go.id, Jumat (26/2).
Ditegaskan bahwa pada Januari 2021 yang lalu, melalui Forum Discussion Group, UKICIS, Kemenristek dan KBRI London telah merancang dukungan para diaspora Indonesia di Inggris bagi Prioritas Riset Nasional di bidang kendaraan listrik, energi baru terbarukan, kecerdasan artifisial dan science diplomacy.
Duta Besar RI London Desra Percaya menyampaikan pendirian UKICIS merupakan wujud dukungan para diaspora Indonesia di Inggris dalam diplomasi dan turut berkontribusi bagi bangsa, khususnya di bidang riset.
Kerja sama yang tertuang dalam kesepakatan meliputi sumbangsih pengetahuan dari para ilmuwan bagi tantangan yang dihadapi masyarakat kedua negara, penguatan engagement dengan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi dan sosial budaya, saling tukar kemajuan dalam ilmu pengetahuan antar kedua negara, dan meningkatkan impak riset bagi masyarakat.
Menteri Nigel Adams MP dan UK Chief International Envoy Profesor Carole Mundell pada kesempatan tersebut sepakat menggunakan momentum pembentukan UKICIS untuk lebih mempererat kerja sama riset dan inovasi demi kemajuan bersama dan mengatasi berbagai tantangan ke depan, termasuk pandemi Covid-19.
Duta Besar Inggris di Jakarta Owen Jenkins juga hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan sambutan mengenai berbagai perkembangan kemajuan kerja sama riset dan inovasi RI-UK.
Koordinator UKICIS, Dr. Bagus Muljadi menyampaikan laporan kemajuan bahwa UKICIS dibentuk melalui upaya bersama oleh universitas terkemuka di Indonesia dan Inggris yang dimotori oleh diaspora ilmuwan Indonesia di Inggris.
Diaspora Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama bilateral RI-Inggris khususnya melalui science diplomacy. UKICIS merupakan wujud softpower diaspora dan diharapkan mendorong pertukaran pengetahuan antara kedua negara, potensinya perlu ditumbuhkan untuk turut berkontribusi terhadap tantangan di tanah air, termasuk dalam mencapai ketahanan Kesehatan.
Untuk itulah, acara penandatanganan kesekapatan pembentukan UKICIS dilanjutkan dengan dengan diskusi para pakar mengenai upaya penguatan ketahanan kesehatan global. Diskusi membahas pentingnya kesadaran public mengenai mutasi dan varian baru Covid-19, penguatan kebijakan track and trace untuk mencegah penyebaran varian baru dan efikasi vaccine booster melawan varian baru.
Para pakar yang hadir adalah Profesor Ali Ghufron Mukti (Presdir BPJS / Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19), Profesor Dame Jessica Corner (Wakil Rektor bidang riset dan pertukaran ilmu, University of Nottingham), Profesor Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si (Ketua Tim Pengembangan GeNose, UGM), Profesor Lawrence Young (pakar Molecular Oncology, University of Warwick) dan dimoderatori Ines I Atmosukarto, Ph.D (Australian National University). I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Strategi Pemerintah Kawal Perluasan 5G Pasca-Lelang Frekuensi Pita 700 MHz dan 2.6 GHz
-
Dinas Perhubungan DKI Alihkan Arus Imbas Jalan Amblas Lenteng Agung
-
Wali Kota: Pemkot Bandung Wacanakan Pembangunan Gedung Parkir Modern di Pusat Kota
-
Gagal Pertajam Waktu, Veda Ega Mulai Balapan Moto3 Italia dari Posisi Ke-13
-
Indonesia dan Amerika Serikat Tingkatkan Kerja Sama Museum dan Pelestarian Warisan Budaya
-
Tangki Kimia Meledak di Pabrik Kertas Nippon Paper, 8 Orang Tewas, 3 Hilang
-
Tuding Rugikan Hubungan Bilateral, Tiongkok Larang Menhan Filipina Masuk Wilayahnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.