Dana Riset Diharapkan Dapat Memacu Inovasi di Kampus

Kamis, 18 Feb 2021, 05:01 WIB

JAKARTA - Sebanyak 12 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) mendapat dana hibah untuk penelitian. Diharapkan dengan pengalokasian anggaran ini bisa memicu dan memacu kegiatan riset serta inovasi yang lebih produktif dan intensif lagi di masing-masing institusi.

"Tahun ini dana penelitian PTNBH diberikan kepada 12 perguruan tinggi. Tiga PTNBH yang mendapat dana terbesar yaitu Universitas Indonesia (UI) 45,9 miliar rupiah, Universitas Gadjah Mada (UGM) 40,7 miliar rupiah, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) 40,4 miliar rupiah," kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Rabu (17/2).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Bambang meminta kepada semua pimpinan perguruan tinggi terkait untuk bisa mengatur dana tersebut dengan sebaik mungkin. Dia berharap bantuan tersebut dapat memberikan hasil yang optimal.

Daya Saing

PTNBH, tambah Bambang, diberikan keleluasaan untuk mengelola secara mandiri dana penelitian yang diberikan. Dengan begitu selain diharapkan dapat mengoptimalkan kualitas penelitian dan terus meningkatkan daya saing internasional menuju World Class University, PTNBH juga diharapkan mampu menghilirisasi hasil penelitian menjadi produk-produk inovasi.

Bambang mengatakan pendanaan penelitian ini merupakan bagian dari dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Tahun 2021 sebesar 1,09 triliun rupiah.

Anggaran tersebut, tambah dia, dibagi menjadi dana penelitian untuk PTN Non-Badan Hukum dan PTS sebesar 632 miliar rupiah (58 persen), dana pengabdian masyarakat untuk PTN dan PTS sebesar 63 miliar rupiah (6 persen), dan dana penelitian untuk PTNBH sebesar 400 miliar rupiah (36 persen).

Penelitian diarahkan kepada sembilan bidang fokus yang ada dalam Prioritas Riset Nasional (PRN) yaitu pangan dan pertanian; energi; kesehatan dan obat; transportasi; produk rekayasa keteknikan; pertahanan dan keamanan; kemaritiman; sosial humaniora; serta multi disiplin dan lintas sektor. Sembilan fokus riset tersebut diharapkan dapat mendukung rencana yang ditargetkan PRN untuk menghasilkan 49 Produk Riset dan Inovasi yang dibuat dalam 80 tema dan 416 topik.

Plt Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Muhammad Dimyati mengungkapkan penerima pendanaan penelitian untuk PTNBH tahun 2021 ini berjumlah 3.122 proposal penelitian yang diseleksi dari dari 3.545 proposal yang diajukan. Khusus untuk PTNBH, seleksi substansi proposal penelitian dan anggarannya dikelola secara mandiri oleh PTNBH namun tetap dalam koordinasi dan pengawasan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek/BRIN.

"Pengajuan proposal penelitian berdasarkan beberapa skema pendanaan penelitian yaitu penelitian kompetitif nasional dan penelitian desentralisasi," ucapnya.

Dimyati menekankan pihaknya tetap melakukan koordinasi dan pengawasan agar penelitian tersebut selaras dengan kebijakan kementerian.ruf/N-3

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.