• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Menyambut Tahun Baru 'Kerb...

Menyambut Tahun Baru 'Kerbau Logam'

Rabu, 10 Feb 2021, 05:00 WIB

Karena pandemi Covid-19 kota-kota tersebut tidak mengadakan acara yang bersifat mengundang kerumunan. Namun hiasan lampion, lampu, naga, dan kerbau logam cukup memeriahkan suasana.
Singkawang merupakan kota dengan perayaan Imlek sangat meriah setiap tahun. Kota ini telah memasang berbagai hiasan di jalanan dan titik-titik strategis kota sejak Januari 2021. Saat Imlek Singkawang menjelma menjadi layaknya kota-kota di daratan Tiongkok dengan dominasi warna merah menyala.
"Pada perayaan Imlek 2572 dan Cap Go Meh 2021, kemungkinan kegiatan yang dapat mengundang banyak orang ditiadakan. Biasanya ada kegiatan pentas seni budaya dan pameran UMKM di Stadion Kridasana," kata Wali Kota Singkawang, Kalbar, Tjhai Chui Mie seperti dilansir Antara.
Meski dihiasi banyak lampion dan lampu, pemerintah kota dengan berat hati tidak mengadakan kegiatan parade atau Festival Cap Go Meh dan Pawai Lampion. Umumnya, penyambutan tahun baru berakhir pada perayaan Cap Go Meh.
Tjhai Chui Mie menegaskan, hanya fokus menghias kota di beberapa ruas jalan dan titik tertentu. Semua kegiatan yang mengundang keramaian seperti hiburan rakyat, pameran produk UMKM di Stadion Kridasana, Pawai Lampion, dan Festival Pawai Tatung ditiadakan.
Pemda memasang 5.000 hingga 6.000 lampion di jalanan utama kota seperti Jalan P Diponegoro, Budi Utomo, Setia Budi, Sejahtera, Niaga, GM Situt, Bundaran AI 1001, Beringin Corner, Gerbang Cap Go Meh dan Jalan P Diponegoro atau depan Rumah Sakit Vincentius.
Salah satu Vihara penting, Tri Dharma Bumi Raya yang biasanya menjadi pusat ibadah perayaan Imlek juga telah dihiasi dengan lampion. Selain itu pada sudut kota telah berdiri lampion berupa dua kerbau berwarna emas sebagai simbol Tahun Kerbau Logam. "Mengingat tahun ini merupakan Shio Kerbau, kami buat dua replika kerbau," kata Ketua Pelaksana perayaan imlek 2572 dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong.
Festival Tatung sebenarnya menjadi daya tarik rangkain perayaan Imlek, khusunya pada perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Tahun lalu sebanyak 800 orang tatung memeriahkan acara. Tatung Dayak-Tionghoa dalam Bahasa Haka berarti roh. Mereka yang dirasuki tatung dipercaya sebagai manusia-manusia pilihan dengan kemampuan tertentu.

Masuk CoE
Perayaan Tahun Baru Imlek di Singkawang sudah menjadi Pariwisata Top 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata. Setiap tahun menjadi agenda wajib wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Singkawan berhasil masuk dalam agenda wisata penting karena menawarkan aneka atraksi.
Di sini setiap tahun diadakan Festival Pawai Lampion. Ada juga prosesi sembahyang Dewa Langit (Ket Sam Thoi). Setiap berakhirnya Cap Go Meh biasa digelar prosesi penutupan dengan pembakaran replika 12 Naga di Vihara Buddhayana Roban (Chai Thong).
Ornamen pohon Mei Hwa atau sakura sebagai penanda musim semi juga sudah terpasang di Beringin Corner dan Bundaran AI Sakok. "Pohon ada beberapa ukuran: 3, 4 dan 7 meter," kata Bun Cin Thong. Dari hiasan Imlek yang telah terpasang di Singkawan menciptakan pemandangan kota meriah. Bedanya tidak ada atraksi atau aneka festival.
Tjhai Chui Mie meski tanpa kemeriahan festival, berharap semua masyarakat Singkawang dapat menjalankan masa-masa pandemi dengan kuat. "Sesuai dengan tahun kerbau, di mana kita ketahui kerbau adalah hewan kuat. Kita harap semua bisa melewati masa pandemi dengan kuat agar bisa beraktivitas lagi seperti semula," ujarnya.

hay/G-1

Ket. Foto: Seorang tatung (dukun Tionghoa yang kerasukan arwah leluhur) beratraksi saat mengikuti pawai perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu (8/2/2020). Atraksi ratusan tatung yang rutin digelar untuk memeriahkan perayaan Cap Go Meh tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Singkawang. — Sumber: ANTARA FOTO/HS Putra/jhw/ama

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.