Firli Bahuri: OTT Bukan 'Gimmick' Supaya KPK Terlihat Bekerja
Senin, 23 Mar 2020, 10:07 WIBJAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menyatakan, bahwa operasi tangkap tangan (OTT) bukanlah suatu tujuan atau gimmick supaya lembaga antirasuah itu terlihat bekerja. Menurutnya, giat senyap yang biasa dilakukan KPK itu merupakan salah satu alat penindakan tindak pidana korupsi.
"Kami sangat memahami kritik dari para aktivis anti korupsi yang menanti OTT dan hasil perburuan para DPO (daftar pencarian orang). Sejumlah survey yang menilai kepercayaan pada KPK mengalami penurunan tentunya akan kita jadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan. Namun, belum ada OTT bukan berarti kami tidak bekerja melakukan pemberantasan korupsi dan mencegah kerugian negara," tegas Firli dalam siaran persnya yang diterima Koran Jakarta, Minggu (22/3).
Firli menambahkan, bahwa pihaknya secara berkala melakukan evaluasi, baik periode bulanan, triwulan. Evaluasi tersebut dilakukan tidak saja secara lengkap untuk kinerja menyeluruh KPK, tetapi juga dilakukan per kedeputiaan per bulan.
"Khusus untuk evaluasi triwulan pertama semula dijadwalkan tanggal 20 maret 2020 memang belum dilakukan karena kami mempertimbangkan situasi terkini serangan wabah korona virus -19 dan tentu mengalami sedikit penundaan lantaran adanya wabah Covid-19 tadi," jelasnya. ola/AR-3
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Yolanda Permata Putri Syahtanjung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.