Presiden Apresiasi Perayaan Natal Berlangsung Aman dan Damai

Jumat, 27 Des 2019, 00:03 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) senang dengan situasi perayaan Natal yang berjalan aman dan damai di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, usai dipanggil Presiden Jokowi, di Istana, Jakarta, Kamis (26/12).

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/NOVA WAHYUDI

"Beliau (Presiden) hanya menyampaikan, beliau senang situasi Natal aman dan damai. Beliau menyampaikan juga bahwa beberapa pernyataan pejabat-pejabat bagus, termasuk pernyataan menteri agama," kata Fachrul, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Menurut Fachrul, Presiden juga menegaskan tak boleh ada lagi pelarangan perayaan dan ibadah Natal di seluruh wilayah di Indonesia. Sebab, konstitusi yang ada sudah menjamin hak warga untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.

"Bahwa kebebasan memeluk agama dan menjalankan ibadah itu adalah amanat konstitusi. Karena itu tidak bisa dibuat lex specialis-nya. Artinya, kalau dalam hukum itu, hukum yang bersifat khusus bisa menyampingkan hukum yang bersifat umum. Tapi, hukum yang bersifat umum itu kan amanat konstitusi. Itu enggak bisa lagi dibuat lex specialis-nya. Sehingga itu saya garis bawahi sekali," ucap Fachrul.

Karena itu, Fachrul berharap ke depan persoalan pelarangan ibadah atau perayaan Natal tidak lagi terjadi. Apalagi, sampai ada dari pihak kepala daerah. Sebab, kepala daerah harusnya tegas dalam menjalankan amanat konstitusi tersebut.

"Enggak boleh lah (melarang ibadah Natal). Meski alasannya apa, alasannya kesepakatan, kesepakatan itu kan seolah lex specialis. Enggak boleh, amanat konstitusi enggak boleh ada lagi lex specialis-nya," jelas dia.

Saat ditanya masih adanya pelarangan Natal di Sijunjung, Sumatera Barat, Fachrul menampiknya. Menurut dia, persoalan sudah selesai. "Enggak, sudah saya cek, enggak ada lagi," tegasnya.

Fachrul pun mengaku sudah menginstruksikan kepada kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama agar terus menggandeng kepala daerah terkait persoalan ini. Gunanya, lanjut dia, agar amanat konstitusi bisa dilakukan bersama-sama.

"Kalau saya terkait semua pihak, khususnya kanwil agama dan semua pejabat daerah harus sepakat sama-sama tegas namanya amanat konstitusi itu enggak ada lain dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," tutup Fachrul.

Natal Teraman

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, juga bersyukur atas perayaan Natal pada tahun ini yang berlangsung dengan aman dan damai.

"Saya baru ketemu Pak Presiden, dan kami pemerintah merasa gembira," katanya dalam sebuah diskusi. Dari tokoh-tokoh gereja juga menyampaikan pesan bahwa perayaan Natal pada tahun ini merupakan yang terbaik, teraman, dan terdamai dalam beberapa dekade terakhir.

Ia mengatakan tidak ada satu peristiwa atau letupan kecil yang sifatnya sangat lokal yang mampu memprovokasi situasi nasional. "Ucapan terima kasih disampaikan kepada pemerintah, dan pemerintah menyampaikan kepada rakyat," katanya.

Dikatakan, ketika rapat koordinasi perayaan Natal dan Tahun Baru di Mabes Polri, seluruh jajaran menyatakan kesiapan mengamankan di sektor masing-masing, namun semuanya terlaksana kalau masyarakat membantu.Ant/fdl/AR-2

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Muhamad Umar Fadloli

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.