• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Menjaga Kesehatan dengan A...

Menjaga Kesehatan dengan Asupan Suplemen

Senin, 16 Des 2019, 01:00 WIB

Meningkatnya kesadaran gaya hidup, membuat asupan suplemen menjadi sangat di andalkan untuk menjaga kesehatan serta mencegah penyakit dengan cara alami.

Rio Hendrawan yang berprofesi sebagai karyawan perbankan belakangan memang sibuk berolahraga, alasannya tentu sangat klise yaitu ingin hidup lebih sehat dan berharap tidak terserang penyakit di usia tuanya nanti.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dirinya mengaku, baru melakoni gaya hidup sehat hampir setahun. Jumat selepas pulang kantor menjadi hari 'berolahraga' baginya, di awali dari gowes 'bike to work' berangkat dan menuju rumah, jogging pada Sabtu, dan Minggu waktunya nge-gym dekat rumahnya.

"Rutinitas saya upayakan isi dengan olahraga, karena waktu bekerja menyita waktu. Pola makan juga sebisa mungkin saya jaga walaupun sering kali junk food masih saya konsumsi.

Bagi saya sulit memang mengatur pola makan sehat, padahal saya tahu kecukupan konsumsi buah, sayur atau suplemen sebagai pendamping asupan itu penting," kata Rio, di Jakarta belum lama ini.

Co-founder Jovee, Natali Ardianto menceritakan kepada Koran Jakarta bahwa kini menerapkan gaya hidup sehat sudah mulai disadari masyarakat, meskipun belum utuh. Faktanya sebagian besar masyarakat usia produktif cenderung tidak memperhatikan pola makan. Mereka biasa mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan goreng-gorengan.

"Belum lagi dengan orang-orang yang memiliki tingkat kesibukan tinggi, sudah pasti banyak yang memilih untuk menunda makan siang atau malamnya, karena deadline pekerjaan. Hal ini akan menurunkan kualitas kesehatan atau malah sampai mempengaruhi organ tubuh sehingga muncul penyakit degeneratif," terangnya di Jakarta, belum lama ini.

Natali menambahkan dengan tekanan kerja yang tinggi dan gaya hidup buruk dapat menurunkan kualitas pekerja muda, berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak 2018 disebutkan generasi milenial menyumbang tenaga kerja sebesar 50,36 persen.

"Mereka sangat fokus dan sibuk dengan jenjang karir. Tapi sayangnya, tahan tubuh dapat menjadi masalah bagi mereka yang kurang olahraga, atau bagi mereka yang mengonsumsi makanan dengan kandungan tidak proporsional," sambungnya.

Untuk memangkas persoalan itu, sebenarnya bisa dengan cara memahami diri melalui kecukupan asupan makan, olahraga cukup, dan asupan suplemen yang tepat.

Ketiga rangkaian itu saling mengisi, meskipun asupan makanan Anda tidak sempurna, hal ini bisa dicukupi dengan asupan suplemen. Memang pemberian suplemen tidak dapat menggantikan pola makan yang buruk, tapi setidaknya dapat membantu mencegah kerusakan parah yang disebabkan kebiasaan makan sembarangan.

"Mengonsumsi suplemen itu seperti asuransi. Kita membayar ongkosnya di awal. Manfaat suplemen baru bisa dirasakan jangka panjang, jadi memang sulit meyakinkan milenial untuk berinvestasi awal. Itulah Jovee hadir. Kami memberikan literasi kesehatan sejak dini agar lebih mawas diri dan lebih aktif sadar dalam menjaga kesehatan," tutup Natali.

Kesadaran Kesehatan Diri

Generasi milenial menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi akan pola hidup sehat jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Milenial juga mulai menyadari pentingnya asuransi kesehatan. Riset Alvaro Research Center pada 2017 menemukan, sebanyak 41,1 persen generasi milenial memiliki kesadaran pentingnya memiliki asuransi kesehatan untuk menjamin kualitas hidup mereka.

Hal ini diungkap Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melalui data terbaru pendapatan pada kuartal III pada 2019 yang mencapai Rp171,83 triliun, naik sebesar 14,7 persen dari hasil pendapatan kuartal III pada 2018 sebesar Rp149,87 triliun.

Kenaikan pendapatan ini disebabkan naiknya jumlah total tertanggung perorangan sebesar 14,7 persen dari 54,57 juta orang pada 2018 menjadi 62,58 juta orang pada 2019.

Pencapaian itu juga merefleksikan soal bagaimana masyarakat memahami betapa pentingnya memproteksi diri melalui asuransi.
Nini Sumohandoyo, Kepala Departemen Komunikasi AAJI, mencatat, dari sisi perorangan memang tumbuh tipis yaitu hanya 0,8 persen berbeda dengan polis kumpulan (perusahaan) yang terpantau meningkat sebesar 21,3 persen.

"Sebenarnya banyak orang yang mampu membeli premi lebih, tapi sayangnya banyak yang tidak memprioritaskan itu semua. Era sekarang orang suka ke mal, minum kopi-kopi yang bisa habis 200 ribu sekali beli," ujar Nini.

Meski demikian, diprediksi secara tren perorangan akan meningkat, pasalnya kini banyak perusahaan asuransi yang 'go digital' dan menyasar kaum milenial.

"Dan perusahaan asuransi kini juga banyak yang bekerja sama dengan pelaku startup, dan tanpa diragukan lagi itu yang menjadikan salah satu faktor tertanggung naik.

Tahun depan juga demikian, yang namanya perusahaan rintisan ini di dominasi kaum muda, tentu pentingnya memproteksi diri akan menjadi referensi terbaik mereka, sehingga secara perorangan lambat laun pun akan tumbuh melalui kesadaran kaum milenial tersebut," jelasnya.

Dukung Talenta Generasi Muda

Program AIA Sepak Bola untuk Negeri berhasil diganjar penghargaan SPIA Asia Awards yang digelar di Manila, bersamaan dengan pagelaran SEA Games yang berlangsung pada 30 November-11 Desember 2019. Di ajang tersebut, PT AIA Financial berhasil membawa pulang Gold untuk kategori Best Sport CSR Initiative of The Year.

Dijelaskan Kathryn Monika Parapak, Head of Brand and Communication PT AIA Financial. "Sebuah kebanggaan bagi kami program AIA Sepak Bola untuk Negeri kembali mendapatkan penghargaan bertaraf internasional. AIA secara aktif mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik melalui sepak bola," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, AIA Sepak Bola untuk Negeri akan terus menjalankan program sepak bola demi membantu mengembangkan bakat dan kemampuan sepak bola Indonesia.

Program ini diluncurkan pada 2018 bersama AIA Global Ambassador, David Beckham dan Menpora Imam Nahrawi (ketika itu). Melalui program AIA Sepak Bola untuk Negeri, AIA mendonasikan 10.000 bola untuk anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.

"Jumlah donasi ini berhasil tercatat di Museum Rekor Indonesia sebagai donasi bola terbanyak di Indonesia. Donasi bola tidak hanya didistribusikan di Jakarta, tapi juga di berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.

Selain donasi bola, menurut Kathryn, AIA juga memberikan Coaching Clinic di setiap kota yang didatangi dengan menghadirkan International Development Coach Tottenham Hotspur dan bintang legenda sepak bola Indonesia seperti Indra Sjafri, Kurniawan, Firman Utina, dan Ponaryo Astaman.

"Di AIA Sepak Bola untuk Negeri, kami berhasil melibatkan 2.830 anak dan 100 pelatih dalam proses pengembangan bakat serta kemampuan dalam Coaching Clinic yang digelar di 12 kota," tuturnya.

SPIA Awards merupakan ajang penghargaan dan konferensi bagi insan industri olahraga di Asia. Dalam penghargaan tersebut, pemain Tottenham Hotspur, Son Heung Min juga turut mendapatkan penghargaan sebagai 'Best Asian Sportsman of The Year'. ima/R-1

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.