UGM Kembangkan Penelitian Daur Ulang Baterai Lithium

Jumat, 13 Sep 2019, 06:44 WIB

YOGYAKARTA - Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan berbagai penelitian terkait daur ulang logam berharga khususnya litium dari baterai litium bekas sebagai salah satu komponen dari kendaraan listrik.

Penelitian ini seiring dengan diberlakukannya Perpres No 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Salah satu peneliti, Muslim Mahardika, menjelaskan di antara berbagai komponen penting di dalam kendaraan listrik, baterai sebagai penyimpan energi listrik merupakan jantung kendaraan listrik, dan sampai saat baterai litium merupakan komponen terpenting penentu harga kendaraan listrik.

Ia mengungkapkan, 50-70 persen harga baterai litium ditentukan oleh penggunaan material penyusun baterai. Di antara komponen baterai, komponen penyusun katoda baterai litium menempati sekitar 20-25 persen harga baterai. "Tergantung jenis baterai litium yang digunakan maka berbagai logam litium, nikel, kobalt, dan mangan adalah yang paling banyak digunakan," kata dia, di Yogyakarta, Kamis (12/9).

Ia menambahkan, mengingat umur penggunaan baterai litium di kendaraan listrik yang terbatas, ketersediaan logam yang tidak terbarui dan aspek lingkungan maka Perpres No 55/2019 mewajibkan proses daur ulang baterai. Selain itu, saat ini di Indonesia belum secara pasti dijumpai sumber litium yang merupakan komponen utama dalam baterai litium. YK/E-3

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.