Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Perlu Penghematan Listrik

📅 Selasa, 06 Agu 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pasokan listrik selama ini belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga harus dipasok dari sejumlah pembangkit di wilayah timur Pulau Jawa.

Disinyalemen terjadi lonjakan konsumsi listrik yang tidak bisa diimbangi pasokan mengakibatkan sistem terganggu dan otomatis padam. Kejadian dua hari lalu hingga kemarin menghentak banyak kalangan akan pentingnya menjaga sumber energi dalam kehidupan.

Listrik yang menjadi salah satu sumber energi seringkali disia-siakan. Upaya penghematan listrik tidak pernah dilakukan secara serius. Kalaupun dijalankan hanya terbatas pada wacana atau kegiatan seremonial.

Kehidupan masyarakat modern tidak dapat dilepaskan dari listrik mulai yang sederhana sampai penggunaan teknologi terbaru sekalipun. Tanpa listrik, seluruh kehidupan terganggu, bahkan dapat mengancam kejadian-kejadian fatal.

World Wide Fund for Nature (WWF), telah mencanangkan kegiatan global berupa earth hour sejak tahun 2007. Pemadaman listrik selama satu jam di hari Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahun bertujuan mengatasi pemanasan global melalui penghematan listrik.

Apakah kegiatan yang telah berlangsung di lebih dari 7.000 kota lebih 170 negara itu hanya akan berlangsung begitu-begitu saja? Sejatinya, sebagai masyarakat modern, kecanggihan teknologi perlu diimbangi perilaku yang bijak untuk mengelolanya.

Kebutuhan listrik tentunya akan semakin meningkat seiring perkembangan teknologi, tetapi efisiensi penggunaannya perlu semakin digalakkan. Dengan begitu, agar tidak terjadi lagi konsumsi listrik berlebihan, sehingga tidak pasokan dari pembangkit listrik tidak cukup.

Para ahli teknik dituntut mengembangkan teknologi penggunaan lis trik yang minimal. Budaya penghematan listrik perlu kembali ditanamkan sejak dini seperti membiasakan mematikan peralatan listrik yang tidak perlu.

Pola kehidupan masyarakat modern bukan hanya ditandai dengan penggunaan teknologi-teknologi yang semakin canggih, tetapi juga dibarengi dengan perilaku yang semakin bijak. Ke depan warga harus semakin efisien menggunakan listrik. Penulis Dosen Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Daerah
Guru Bimbingan dan Konselin...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.