Megawati Usulkan Jokowi Dirikan Badan Riset Nasional
Jumat, 11 Jan 2019, 00:01 WIBJAKARTA - Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar Presiden Joko Widodo mendirikan badan riset nasional. Hasil kerja badan riset nasional harus menjadi landasan pengambilan keputusan untuk pembangunan.
"Kepada Presiden, saya memohon jelas dibutuhkan satu badan riset nasional yang hasil kerjanya harus menjadi landasan pengambilan keputusan untuk pembangunan," kata Megawatii kepada Jokowi di acara peringatan HUT ke-46 PDI-P, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1).
Megawati mengatakan tak ada satu pun negara menjadi maju tanpa mengedepankan riset dan teknologi. PDI-P bersama Jokowi akan terus memperjuangkan terbentuknya badan riset nasional tersebut. Megawati berharap pembentukan badan riset tersebut akan menjadi prioritas jika Jokowi terpilih lagi di Pilpres 2019.
"Tentu saja akan menemukan jalannya kalau PDI-P menang kembali dan Pak Jokowi terpilih kembali sebagai Presiden RI pada pemilu 17 April. Kalian siap?" ujar Megawati.
"Dan sebagai ketua umum partai saya tegaskan PDI-P harus kembali menang dengan tetap gunakan cara-cara konstitusional. Apakah kalian siap?" lanjut dia.
Dalam pidatonya, Megawati juga mengungkapkan kedekatannya dengan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno meskipun Try merupakan wakil dari Presiden Soeharto yang berseberangan sikap politik dengannya. Dia tak pernah berkonflik dengan Try.
Ia meminta kepada semua politisi mencontoh kedekatannya dengan Try. Meskipun berbeda pandangan, para politisi tak harus bermusuhan. Megawati menambahkan kedekatannya dengan Try ditunjukkan bagi persatuan antargolongan di Indonesia. Ia pun meminta para pihak yang berbeda pandangan di Pilpres 2019 tetap bersahabat seperti dirinya dan Try.
Megawati juga mengirimkan pesan khusus kepada Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus capres nomor urut 02 Prabowo Subianto agar Pilpres 2019 berlangsung damai. Megawati juga menceritakan kedekatannya dengan Prabowo.
"Saya berteman baik dengan Pak Prabowo. Aneh kan, ya. Ketika yang namanya anak buahnya selalu menampilkan yang menyudutkan kita," ujar Megawati.
"Padahal, orang terdekat Pak Prabowo (pernah) membisiki saya, 'Pak Prabowo kangen lho Bu sama nasi goreng Ibu'. Kan lebih enak ini, mudah-mudahan terdengar beliau (Prabowo) dan anak buahnya," lanjut Megawati.
Aset Terbesar
Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta seluruh kader PDI Perjuangan terus menjaga keutuhan bangsa Indonesia. "Selalu saya sampaikan di mana-mana, aset terbesar bangsa kita adalah persatuan, aset terbesar bangsa kita adalah persaudaraan, aset terbesar bangsa kita adalah persatuan Indonesia," ujar Presiden.
"Oleh sebab itu, kita tidak boleh berhenti bergerak. Kita harus bergotong royong memperkuat persatuan kita, gotong royong membumikan Pancasila, gotong royong menjadikan Indonesia adil makmur dan sejahtera," lanjut dia.
Presiden juga mengajak seluruh kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdiri di atas kaki sendiri.
"Kita harus sama-sama mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dan Indonesia yang bermartabat, yang duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain," ujar Presiden.
Dalam kesempatan itu, Jokowi tidak lupa memuji Megawati sebagai sosok yang berkeyakinan dan berprinsip kuat. "PDI-P bersyukur memiliki Ibu Megawati Soekarnoputri," tegas Kepala Negara.
Pemikiran, ucapan, dan tindakan Megawati, lanjut Jokowi, sangat membekas di dalam diri semua kader PDI-P. "Keberanian, ketulusan, konsistensinya, selalu menjadi teladan bagi kita semuanya seluruh kader PDI-P," ujar Jokowi.
Keyakinan dan prinsip Megawati yang kuat itu juga menginspirasi bangsa Indonesia secara kolektif. Pada penghujung pidatonya, Presiden Jokowi mengucapkan hari jadi ke-46 partai politiknya.fdl/rag/P-4
Redaktur: Khairil Huda
Penulis: Muhamad Umar Fadloli
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.