Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tinggi Gunung Anak Krakatau Terkikis Jadi 110 Meter

6 Senin, 31 Des 2018, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tinggi Gunung Anak Krakatau Terkikis Jadi 110 Meter Tinggi Gunung Anak Krakatau Terkikis Jadi 110 Meter Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Prajurit KRI Torani 860 mengamati aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi di Perairan Selat Sunda, Jumat (28/12/2018). Petugas pos pengamatan Gunung Anak Krakatau mencatat ada sembilan kali letusan dalam satu menit. Jumlah ini menurun dibanding hari sebelumnya yang terjadi letusan 14 kali per menit.

PANDEGLANG - Volume Gunung Anak Krakatau mengalami penyusutan antara 150 sampai 180 juta meter kubik setelah erupsi dan kegempaan vulkanik selama beberapa hari lalu. Akibatnya, berdasarkan analisis visual, Gunung Anak Krakatau yang semula tingginya 338 meter, kini terkikis menjadi 110 meter.

"Penyusutan volume itu sampai 60 persen atau dua per tiga dari volume awal," kata Kepala Subbidang Mitigasi Gerakan Tanah (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Solihin, saat dihubungi di Pandeglang, Minggu (30/12). Selama ini, kondisi gunung mengalami penyusutan volume sehingga tubuh gunung menurun.

Berdasarkan analisis visual, Anak Krakatau yang semula tingginya 338 meter, namun kini terkikis menjadi 110 meter. Selain itu juga Anak Krakatau menjadi lebih rendah dibandingkan Pulau Sertung. Tinggi Pulau Sertung hingga kini mencapai 182 meter, sehingga Anak Krakatau lebih rendah menjadi 110 meter.

"Kami berharap menyusutnya volume gunung itu tidak menimbulkan tsunami," katanya. Ia menjelaskan penyusutan volume Anak Krakatau itu hingga 180 juta kubik dipastikan menyisakan antara 40 sampai 70 juta meter kubik. Bahkan, kondisi gunung dua per tiga dari volume semula akibat tingginya erupsi dan letusan itu. Saat ini, status GAK Siaga atau Level III dan masyarakat tidak boleh mendekati gunung tersebut dalam radius lima kilometer.

Belum Teridentifikasi

Sementara itu, Kepolisian Daerah Banten merilis ada delapan korban meninggal dunia akibat Tsunami Selat Sunda yang belum teridentifikasi. "Data meninggal dunia hingga Minggu (30/12) sebanyak 249 orang. Sudah teridentifikasi sebanyak 241 orang dan sudah diserahkan kepada pihak keluarganya.

Sedangkan yang belum teridentifikasi delapan orang," kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi di Serang, Minggu. Menurut Edy, delapan korban meninggal yang belum teridentifikasi tersebut yakni lima orang merupakan pria, dua jenazah perempuan dewasa dan satu jenazah anak perempuan. "Jenazahnya masih berada di RSUD Pandeglang," kata Edy.

Sedangkan Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat sebanyak 1.041 orang mengalami luka-luka akibat bencana tsunami di Perairan Selat Sunda, 431 orang meninggal dunia, dan 18 orang hilang. Dari 1.041 orang yang luka-luka itu terdiri atas korban di Provinsi Banten sebanyak 757 orang dan Provinsi Lampung 284 orang.

Ant/AR-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.