• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Rawon Nguling Malang yang ...

Rawon Nguling Malang yang Legendaris

Jumat, 26 Okt 2018, 01:00 WIB

Rawon adalah kuliner khas dari Jawa Timur. Kuahnya yang hitam pekat menjadi ciri khas sajian gurih kuliner ini.

Saat jalan-jalan ke Jawa Timur, tepatnya ke Kota Malang, banyak ditemui kedai-kedai penjual rawon. Salah satu kedai yang dikenal baik oleh pecinta kuliner adalah kedai Rawon Nguling.

Ket. Foto: — Sumber: koran jakarta/teguh rahardjo

Bahkan kata banyak pecinta kuliner, Depot Rawon Nguling adalah salah satu rawon yang wajib dikunjungi bila ke Malang. Rasanya gurih dan tentu enak saat dinikmati panas-panas.

Rasanya terasa pas tidak berlebihan dalam mencapur bumbu-bumbu rahasianya. Kedai Rawon Nguling ini mudah ditemui karena berada di tengah kota, dekat dengan alun-alun kota Malang.

Biasanya yang mampir ke kedai rawon ini adalah rombongan keluarga dan wisatawan yang sedang melintas Jawa Timur, setelah berwisata ke Bali lewat jalur darat atau meneduh di Kota Batu Malang.

Menikmati dinginnya Malang, kuah panas nan gurih Rawon Nguling sangat pas dinikmati di Kota Ngalam ini. Tak heran jika wisatawan yang mampir ke Malang selalu menyempatkan waktunya untuk mampir ke rumah makan yang didirikan sekitar 1950-an tersebut.

Seperti saat Koran Jakarta mencoba mampir ke Rawon Nguling saat jam makan siang belum lama ini. Kursi dibagian dalam Depot Rawon Nguling ini sudah penuh oleh para penikmat rawon.

Potongan besar

Rawon memang menjadi salah satu makanan favorit khas dari Jawa Timur. Makanan berkuah hitam dengan daging sapi yang melimpah ditambah tauge ini merupakan salah satu makanan yang sangat lekat dengan lidah orang Malang.

Dilihat dari namanya, rawon ini memang berasal dari daerah Nguling, Tongas, probolinggo. Namun di kota Malang sendiri warung ini juga telah ada cukup lama.

Lokasi warung ini juga berada di pusat kota tepatnya alun-alun yaitu di Jalan Zainul Arifin atau biasa disebut orang Malang sebagai daerah Kidul Dalem. Melihat tampilan depan dari kedai ini, terlihat biasa saja. Hanya ada papan kecil bertuliskan Rawon Nguling.

Pintu kedai langsung menghadap trotoar jalan dan jalan yang tidak terlalu lebar. Saat waktunya makan siang atau saat kedatangan rombongan tamu untuk makan bersama, sontak jalan didepan kedai ini akan mengalami kemacetan.

Memang tidak ada parkir yang luas tersedia, namun demikian, masyarakat sekitar sepertinya sudah maklum dengan kendaraan besar seperti bus atau kendaraan keluarga yang parkir di sepanjang badan jalan sekitar kedai.

Nah, saat masuk kebagian dalam kedai, ternyata cukup luas. Meski datang berombongan, tamu akan leluasa memilih tempat duduk. Ada bagian depan dengan meja kursi kayu, bagian samping hingga di belakang rumah yang menjadi kedai, bisa dipilih untuk menikmati semangkuk rawon.

Tidak perlu waktu lama menunggu bagi pengunjung, rawon pun akan diantar oleh pelayan. Saat mangkuk rawon tiba dimeja, sepintas hanya terlihat kuah hitam saja, tidak terlalu menarik. Namun saat diaduk dengan sendok, ternyata banyak daging sapi dengan potongan kotak -kotak cukup besar yang tersembunyi.

Potongan dagingnya jelas berbeda dengan kedai rawon kebanyakan. Inilah yang menjadi keitimewaan dari rawon nguling. Sehingga menikmati daging yang sudah terendam kuah rawon terasa lebih nendang.

Apalagi ternyata dagingnya sangat empuk, seperti lumer di mulut saat dikunyah. Oh iya, disiniselain menyediakan rawon daging juga tersedia rawon dengkul.

Rawon tentunya dinikmati dengan sepiring nasi putih. Nasi putih disediakan terpisah pada piring. Ukurannya cukup banyak dan jelas mengenyangkan.

Pernak-pernik

Menikmati rawon di kedai mirip seperti menikmati soto. Banyak pernak-pernik lauk yang akan menemani penikmat kuliner ini. Sebab memang jika menikmati rawon, kuah dan potongan daging kurang nendang tanpa adanya tambahan lain.

Meski di rumah makan ini juga disediakan berbagai menu makanan lainnya. Yakni, seperti nasi gule kambing, nasi sop, nasi campur, nasi lodeh, nasi pecel, nasi kare ayam kampung, nasi semur daging, dan nasi sayur asem. Namun, kebanyakan pengunjung datang untuk menikmati nasi rawon daging.

Nah, rawon itu identik dengan toge. Toge sengaja dipisahkan dari mangkuk rawon mengingat memang tidak semua penikmat rawon juga menyukai toge dalam jumlah banyak.

Toge ini disajikan pada wadah kecil satu paket dengan sambal. Tentunya menikmati rawon tanpa rasa pedas juga kurang nikmat. Tidak usah takut bagi yang tidak suka pedas. Ternyata sambal cabe dadakan yang disediakan tidak terlalu pedas, kok.

Lalu apalagi yang menemani pengunjung saat Rawon Nguling? Rupanya ada satu piring ukuran besar yang juga kemudian disajikan oleh palayan. Piring besar itu berisi lauk-pauk yang sangat menggugah selera.

Hidangan pelengkap yang tersedia dipiring itu terdiri dari tempe goreng , perkedel kentang, mendol, paru, babat, dan empal.

Yang menarik adalah empal dagingnya. Meski sudah cukup banyak daging yang disantap pada mangkuk rawon, ternyata tambahan daging empal saat menikmati rawon menambah sensasi tersendiri di Rawon Nguling.

Ukuran daging empal ini cukup besar jadi bisa saja dipotong jadi dua. Selain tambahan lauk dalam piring, menikmati rawon tentunya tida boleh ketinggalan dengan kerupuknya.

Ada beberapa jenis kerupuk yang disediakan di meja makan Rawon Nguling ini. Dan jangan lupa, menikmati rawon semakin maknyus jika ditemani dengan telur asin.

Menikmati rawon , tidak perlu minum yang macam-macam, cukup teh manis sudah menambah kenikmatannya. Tapi mencoba es dawet khas depot Rawon Nguling juga pantas untuk dicoba. tgh /E-6

Membuat Sendiri Rawon Nguling

Rawon adalah salah satu menu seperti sup daging akan tetapi dengan bumbu khas yaitu kluwek yang membuat kuahnya menghitam. Daging yang biasa digunakan untuk rawon pada umumnya ialah daging sapi pilihan.

Sedangkan untuk Bumbu supnya sangat khas dengan citarasa Indonesia, seperti campuran bawang merah dan bawang putih, lombok,serai, lengkuas (laos), ketumbar, kluwek, garam, kunir, dan minyak nabati.

Semua bahan tersebut dihaluskan kemudian ditumis sampai harum. Dan Campuran bumbu ini lalu dimasukkan kedalam kaldu dari rebusan daging. dan untuk menghasilkan Warna gelap Rawon yang khas maka tambahkan kluwek.

Sangat banyak pilihan resep rawon yang dapat ditemui di internet. Misalnya resep Rawon Nguling ini. Bahan-bahannya juga cukup mudah.

Bahan utama tentunya 500 gram daging sapi pilihan atau daging untuk rawon baisanya sandung lamur.

Pertama masak daging sapi bersamaan dengan daun salam, lengkuas, serai, serta daun jeruk, dan biarkan sampai empuk dan matang. Kemudian angkat daging, lalu potong kotak kecil. Saring rebusan, lalu didihkan kembali bersama dengan irisan daging yang telah dipotong sebelumnya.

Kemudian tumis bumbu halus bersama dengan irisan daun bawang hingga harum dan matang. Angkat, kemudian masukkan ke dalam kaldu daging yang telah dibuat tadi. Dan masak lagi dengan api kecil, sambil diaduk terus hingga mendidih kembali.

Untuk menyajikannya, tuang rawon kedalam mangkuk, lalu taburkan tauge pendek di atasnya. Rawonpun telah siap disajikan. Tambahkan telur asin, kerupuk dan sambal terasi sebagai pelengkapnya. tgh/E-6

Resep Rawon Nguling

Bahan:

- 500 gram daging sandung lamur (brisket)

- 6 lembar daun jeruk

- 3 batang serai, geprek

- 3 liter air

- 1 ruas lengkuas, geprek

Bumbu halus:

- 8 siung bawang merah

- 5 siung bawang putih

- 4 buah kluwek ukuran sedang, keruk isinya

- 4 butir kemiri, sangrai

- 2 cm kunyit

- 1 1/2 sdt ketumbar bubuk

- 1 sendok teh merica

- 1 cm jahe

- 1 batang bawang perai dipotong-potong

- Garam secukupnya

- Gula secukupnya

Bahan pelengkap:

- bawang goreng secukupnya

- tauge pendek secukupnya

- sambal terasi

- kerupuk udang

- telur asin

Cara membuat:

1. Rebus daging dalam air mendidih hingga cukup empuk. Setelah itu angkat dari air rebusan dan potong-potong seukuran satu suapan.

2. Saring air kaldu dari rebusan tadi, kemudian lalu masukkan kembali daging yang telah dipotong bersama serai, daun jeruk dan lengkuas.

3. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum, kemudian masukkan ke dalam rebusan daging.

4. Masak sampai daging empuk. Apabila air menyusut dan daging belum empuk, tambahkan air secukupnya dan masak rawon sampai daging benar-benar lunak.

5. Sesaat sebelum diangkat, masukkan irisan daun bawang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.