Indonesia Krisis Guru Agama Islam
Senin, 19 Mar 2018, 06:03 WIBJAKARTA - Indonesia masih mengalami kekurangan guru agama Islam di sekolah. Usulan Kementerian Agama terkait formasi guru agama masih dibahas di Komisi VIII DPR.
Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Imam Safei, mengatakan sedikitnya dibutuhkan 74 ribu guru agama Islam untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Kebutuhan meningkat, salah satunya disebabkan ribuan guru agama Islam yang sudah memasuki masa pensiun.
"Di Jawa Timur saja, tahun lalu kehilangan 1000 guru karena pensiun. Belum lagi daerah-daerah lain," kata Imam dalam siaran persnya, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Saat ini, Kemenag tengah mengajukan usulan formasi tersebut dan sedang dibahas oleh komisi VIII DPR. Menurut Imam, guru agama Islam saat ini berjumlah 189 ribu di seluruh Indonesia. Mereka menangani 37,8 juta siswa di seluruh penjuru negeri. Rasionya, satu guru mengajar 200 siswa. "Ini sangat kurang," lanjut Imam.
Imam menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengembangkan program Guru Modis, yaitu guru agama yang moderat, inovatif, dan inspiratif. Model ini akan dijadikan alat screening agar guru yang direkrut benar-benar memiliki diferensiasi.
Pada saat yang sama, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Achmad Zayadi, menambahkan, dunia pesantren juga membutuhkan sentuhan pemerintah agar dapat menaikkan kualitasnya. cit/E-3
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.