KPU Lakukan Pencocokan dan Penelitian Serentak
Sabtu, 06 Jan 2018, 06:00 WIBJAKARTA - Guna menyelenggarakan pemilihan serentak 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) Gerakan Coklit Serentak (pencocokan dan penelitian) dengan mengundang anggota KPU Daerah baik dari 31 provinsi dan 381 Kabupaten/ Kota.
Hal ini dilakukan KPU, untuk memberi sinyal atau semangat, yang tidak hanya kepada petugas Coklit saja, tetapi juga kepada masyarakat pemilih untuk bisa tergerak dan memastikan diri apakah namanya terdaftar sebagai pemilih atau tidak. Ketua KPU, Arief Budiman mengungkapkan, pada 20 Januari nanti akan dilaksanaan Gerakan Mencoklit Serentak di 31 provinsi dan 381 Kabupaten/Kota.
Oleh karena itu, Arief mengingatkan kepada seluruh Anggota KPU Daerah untuk mengerahkan seluruh jajarannya melakukan pencoklitan di masyarakat. Gerakan Coklit Serentak itu nantinya akan dilakukan oleh Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Ia menyarankan, semua stake holder (pemangku kepentingan) agar pada tanggal 20 Januari 2018 nanti membantu mengabarkan, bahwa warga harus siapsiap, karena KPU akan datang mencoklit.
Nantinya lanjut Arief, KPU akan memberikan target dari gerakan mencoklit itu ialah, apabila pada tanggal 20 Januari nanti, PPDP akan mencoklit di lima rumah, maka akan terdapat 1.750.000 rumah yang dicoklit pada hari itu. KPU Provinsi dan Kab/ Kota, panitia pemilhan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), tidak boleh ada di kantor, semuanya harus turun langsung melakukan gerakan pencoklitan serentak.
"Jadi pada tanggal itu (20 Januari 2018), seluruh jajaran KPU, baik pusat, daerah hingga ke Kabuptaen/Kota semuanya turun langsung ke lapangan untuk melakukan gerakan pencoklitan," ujar Arief dalam sambutannya di peresmian Gerakan Mencoklit Serentak, di Aula Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Jalan. Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (5/1).
Dalam kesempatan itu, Arief bersama dengan jajaran Komisioner KPU dan perwakilan Anggota Bawaslu dan DKPP meresmikan Gerakan Mencoklit Serentak. Tidak hanya meresmikan gerakan mencoklit saja, KPU pun memperkenalkan maskot dari Gerakan Mencoklit Serentak yang dari maskot tersebut menggambarkan orang yang tangan kananya memegang Buku Kerja dan tangan kirinya memegang Kaca Pembesar dan di tengahnya terdapat tanda ceklis atau centang.
Buku Kerja menanadakan setiap detail kerjaan dari PPDP, PPK dan PPS. Misal si pemilih kerja apa, tinggal dimana, hari ini mencoklit di rumah mana, hasilnya apa dan lainnya. Lalu kaca pembesar yang menandakan, karena KPU akan melakukan dua hal, yaitu pertama mencocokan data dan kedua teliti dalam bekerja.
Dan tanda ceklis menandakan, kalau petugas sudah mencocokan si pemilih A maka harus dicocokan begtupun seterusnya. "Makanya diperlukan ketelitian dari petugas dalam mencocokan data pemilih," pungkas Arief.
rag/AR-3
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.