Piala Dunia Tanpa Italia
Sabtu, 30 Des 2017, 01:00 WIBItalia gagal mengalahkan Swedia dalam pertandingan penentuan yang membuat "Gli Azzurri" tersingkir dari putaran final Piala Dunia pertama kali dalam 60 tahun terakhir.
Penggemar sepakbola Italia, yang menganggap sebuah tempat di final Piala Dunia sebagai hak bagi "Gli Azzurri", putus asa setelah tim nasional negara itu gagal melaju ke Russia 2018. Italia tersingkir dari persaingan tim-tim elit dunia untuk pertama kalinya dalam 60 tahun.
"Bencana", "mimpi buruk", "penghinaan", hanyalah beberapa dari kata-kata yang terungkap di halaman depan surat kabar Italia untuk menggambarkan kejutan, takluknya "Gli Azzurri" dari Swedia. "Apocalypse Azzurra," demikian headline surat kabar La Stampa, mengacu pada nama tim yang tidak resmi dan mencerminkan garis Laut Mediterania.
Italia telah bermain pada 14 putaran final Piala Dunia terakhir dan merebut dua gelar. Secara keseluruhan, mereka telah menang empat kali, catatan itu hanya dilampaui oleh Brasil, yang telah menang lima kali. Italia adalah satu-satunya mantan juara yang tidak lolos ke putaran final tahun depan.
Setiap empat tahun, Italia telah bersatu mendukung tim nasional mereka yang berlaga di Piala Dunia. Rakyat negara itu menyingkirkan persaingan antar klub yang seringkali memicu ketegangan. Mereka dengan cepat bersatu bersorak untuk menyemangati semua pemain terlepas dari apakah mereka berasal dari Milan, Roma atau Napoli.
"Kami telah gagal dan pada tingkat sosial ini bisa sangat penting," ujar penjaga gawang Italia, Gianluigi Buffon, sambil menangis dalam sebuah wawancara beberapa menit setelah peluit akhir usai bermain imbang kontra Swedia.
Sementara surat kabar menyalahkan pelatih tim Gian Piero Ventura dan kepala federasi sepakbola Italia Carlo Tavecchio, beberapa penggemar menganggap kegagalan tersebut mencerminkan masalah yang lebih luas.
"Pertandingan ini mencerminkan negara kami yang berantakan," ujar penggemar lainnya Stefano Martufello yang kecewa saat dia meninggalkan San Siro.
Dampak Sosial
Italia perlahan pulih dari resesi ekonomi berkepanjangan, namun kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka tidak melihat tandatanda kebangkitan yang signifikan. Upah pekerja stagnan dan pengangguran bertahan di atas 11 persen.
Kegagalan Italia juga menjadi momentum bagi Matteo Salvini, ketua kelompok antiimigran, untuk menyalahkan federasi sepakbola negara itu karena banyaknya pemain asing di liga domestik.
"Ada terlalu banyak orang asing di lapangan kami, dari tim muda ke Serie A dan ini adalah hasilnya. #STOPTHEINVASION," ujarnya di Twitter. Website transfermarkt mengatakan 53,3 persen pemain Serie A adalah orang asing. Jumlah itu lebih besar dibandingkan dengan 42,8 persen di La Liga Spanyol namun maih kalah dari Liga Inggris yang mencatatkan 67,2 persen.
Mantan Perdana Menteri Matteo Renzi, pemimpin Partai Demokrat yang berkuasa, mengatakan Salvini sebagai oportunis, dengan mengatakan bahwa argumennya "konyol". Namun dalam sebuah pernyataan, dia tetap mendesak agar sepakbola Italia benar-benar dibangun kembali.
"Tidak ambil bagian di Piala Dunia Russia adalah tamparan besar di wajah Italia. Mari pastikan ini membantu kami melakukan perubahan radikal, segera," ujarnya.
Tanpa Italia di Piala Dunia juga diprediksi akan menimbulkan kerugian pada perusahaan media sekitar 100 juta euro (17 triliun rupiah). Saham RCS Mediagroup, perusahaan penerbit harian olahraga La Gazzetta dello Sport, turun 7 persen karena antisipasi pembeli saham terkait turunnya sirkulasi tahun depan.
Italia terakhir memenangkan Piala Dunia 2006, namun hanya berada pada babak penyisihan grup pada 2010 dan 2014. Kemunduran terakhir ini menunjukkan sejauh mana tim tersebut telah melayang jauh dari puncak penampilan mereka.
Kegagalan Italia melangkah ke putaran final juga membuat Tavecchio mengundurkan diri. Pria berusia 74 tahun itu menyusul Gian Piero Ventura yang telah dipecat beberapa waktu sebelumnya.
Tavecchio yang marah mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa dia mengundurkan diri karena dia telah kehilangan dukungan politik di dalam FIGC, bukan karena hasil tim di lapangan.ben/Rtr/S-1
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.