Diperlukan Lembaga Tangani Hasil Riset
Rabu, 06 Des 2017, 05:45 WIBJAKARTA - Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Suyatno, berpendapat perlu ada kementerian atau badan khusus yang menangani masalah inovasi. Dengan adanya badan khusus yang menangani inovasi pemerintah dapat memberi perhatian yang lebih besar pada produk inovasi hasil riset di perguruan tinggi.
Menurut Suyatno, saat ini industri belum banyak memanfaatkan hasil penelitian dari perguruan tinggi. Padahal sudah ada nota kesepahaman antara perguruan tinggi dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin).
Suyatno menjelaskan perlu upaya untuk mengubah paradigma yang mana riset digunakan hanya untuk memenuhi syarat administrasi serta kenaikan pangkat. Padahal, seharusnya riset dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.
Wakil Ketua FRI, Asep Saefuddin, menambahkan saat ini dana untuk penelitian hanya 0,02 persen dari APBN. "Jumlah ini tidak memadai bagi perguruan tinggi menciptakan berbagai inovasi," ucapnya.
Asep mengatakan bahwa pemerintah masih menganggap penelitian bukanlah hal yang menjadi prioritas utama sehingga anggaran yang diberikan amat minim.
"Padahal, tujuan riset dari perguruan tinggi tidak hanya bagi kemajuan ilmu pengetahuan, tapi juga manfaat untuk masyarakat luas melalui produk-produk hasil inovasi. Memang banyak hasil riset belum terhilirisasi. Itu sebabnya perguruan tinggi harus menjadi entrepreneurial university dengan menciptakan pasar sebagai salah satu upaya mendorong pemasaran hasil riset dan menggiatkan riset berkelanjutan serta bernilai ekonomi," tuturnya.
Saat ini, anggaran riset sebesar 23,4 triliun rupiah yang diperuntukkan bagi sejumlah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan lain-lain. "Untuk itu perlu satu lembaga yang menangani masalah penelitian dan inovasi," cetus Asep.
Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengatakan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi harus bisa dikomersialisasikan dan masuk ke industri. cit/E-3
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.