Fiksi Menikmati Jajanan Tradisional Nusantara

Senin, 27 Nov 2017, 01:00 WIB

Judul : Djoeroe Masak - Jenang Bukan Dodol
Penulis : Dyah Prameswarie
Penerbit : Metamind
Cetakan : Pertama, Juni 2017
Tebal : xii + 148 halaman
ISBN : 978-602-9251-38-8

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Sedayu adalah seorang gadis asal Yogyakarta. Statusnya sebagai mahasiswi, tidak pernah menghalangi membantu Ibuk mengolah berbagai jenang seperti jenang grendul, jenang delima, dan jenang sumsum di dini hari. Setiap pagi dia juga membantu menjajakan jenang pincuk di salah satu jongko Pasar Ngasem. Biasanya para pembeli sudah mengantre dengan wajah tak sabaran (hal 3).

Suatu pagi, Sedayu dan Ibuk menemukan pembeli yang sikapnya kurang sopan. Bahkan pria muda yang tampan itu mengira bahwa jenang merupakan jenis jajanan yang sama dengan dodol. Padahal di daerah lain, jenang grendul biasa disebut candil. Sedayu langsung bisa menebak pria ini turis lokal yang entah nyasar atau memang sengaja mencari jenang Ibuk (hal 6).

Pria bernama Aidan itu seorang chef yang baru setahun lulus kuliah dari jurusan kuliner di New York. Pilihan tersebut ditentang ayah dan ibunya. Namun setelah lulus, ayahnya ingin Aidan segera pulang dan menantang untuk membuka restoran bercita rasa Indonesia di Bandung.

Aidan menerima tantangan tersebut. Dia membuka restoran yang diberi nama A. Pada hari pembukaan, 100 orang dari berbagai kalangan termasuk food blogger dan kritikus makanan hadir untuk mencicipi sajian. Sayang, kariernya langsung hancur saat itu juga karena bubur sumsum yang disajikan sebagai hidangan penutup sudah basi. Dia dikatakan chef payah karena tak mengenali makanan negeri sendiri (hal 37).

Merasa telah mengecewakan ayahnya, Aidan sengaja datang mencari Ibuk untuk meminta ditunjukkan cara membuat jenang dan kue-kue tradisional lainnya. Dia ingin belajar dari ahlinya. Awalnya Ibuk menolak. Namun melihat Aidan mengiba, akhirnya Ibuk mendelagasikan tugas tersebut kepada Sedayu.

Rupanya Sedayu bukan hanya mengajarkan Aidan cara membuat jenang. Dia juga berusaha mengembalikan rasa percaya diri Aidan. Seperti yang sudah bisa ditebak, bersama aroma santan dan gula merah, Sedayu dan Aidan pun mulai saling menyukai. Beberapa kali Aidan memergoki Sedayu sedang menatapnya dan setiap kali dia balik menatap gadis manis itu, Sedayu akan tersipu malu, menundukkan kepala lalu pergi dari hadapan Aidan (hal 42).

Namun tiba-tiba, Aidan harus kembali ke Bandung. Ini membuat hubungan mereka memburuk. Sedayu cemburu pada Alisha, gadis yang membuat Aidan pergi meninggalkannya. Dia merasa dimanfaatkan. Begitu pun Aidan. Pria itu merasa frustrasi karena Sedayu enggan memberi tahu bahan rahasia membuat jenang agar enak seperti sajiannya.

Konflik semakin terasa panas ketika Aidan sekali lagi mempertaruhkan kariernya sebagai juru masak. Dia menantang Tria, mantan sous chef di restorannya, untuk cooking battle. Mereka sepakat menyajikan Indonesia platter, sepiring makanan yang mewakili jajanan pasar Indonesia (hal 52).

Jenang Bukan Dodol merupakan buku pertama seri Djoeroe Masak. Masih ada tiga judul lain: Kelab Makan Siang Rahasia, Nona Doyan Makan, serta Sembah dan Berkah. Setiap cerita berdiri sendiri, namun memiliki benang merah. Semuanya menjadikan Sedayu dan Aidan selaku tokoh utama.

Ini adalah novel kuliner. Jenang tidak sekadar digunakan sebagai tempelan, namun juga menjadi penggerak cerita. Pembaca diajak merasakan manis, gurih, dan legitnya jajanan tradisional Nusantara. Karya fiksi ini diperkaya dengan beberapa resep kuliner khas Indonesia pada bagian belakang. Resep dari koleksi pribadi dan pernah diuji coba.

Diresensi Nathalia Diana
Pitaloka, Magister Perencanaan
Wilayah dan Kota ITB

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Polda Metro Jaya Tak Tampilkan Foto Keluarga Sitaan Kasus Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel Demi Jaga Privasi

Susunan Pemain Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal dan Kevin De Bruyne Jadi Starter

Kejati Jateng Tegaskan Tidak Ada Penggeledahan, Penyisiran, Pemeriksaan maupun OTT terhadap SPPG di Jawa Tengah

39.540 Hektare Sawah Terselamatkan! Ini Manfaat 5 Bendungan yang Baru Diresmikan

Abdul Rivai Ras: ‘Transformasi PTPN I Harus Lebih Progresif!’

Polda Metro Jaya Dalami Kepemilikan Aset Hasil Penggeledahan Kasus Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

Bupati Bondowoso Usulkan Tol Prosiwangi Dibuka Sementara untuk Kurangi Kemacetan Jalur Pantura

Pemkot Bogor Bangun Off-Ramp Ciawi Selatan, Solusi Kurangi Kemacetan Simpang Ciawi dan Tingkatkan Konektivitas

Panglima TNI Hadiri Peluncuran Biodiesel B50, Dukung Penguatan Kemandirian Energi Nasional.

Tren Kebugaran Bergeser, Membangun Otot Kini Jadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Pemprov Maluku Bebaskan Denda Pajak Kendaraan dan Bea Balik Nama hingga 31 Agustus 2026

Komisi VII DPR: IKN Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru, Pangkas Biaya Logistik dan Dorong Indonesia Timur

Ini Lima Pilar Transformasi PTPN I Menuju Korporasi Agribisnis Berkelas Dunia

Etik Suryani Tiba di Gedung Merah Putih, KPK Lanjutkan Pemeriksaan.

Kuota Nikel Tetap, ESDM Pilih Fokus pada Tata Kelola

BRIN Uji Formula Kolaborasi Swasta untuk Hidupkan Empat Kebun Raya

Tak Hanya Wacana, Bogor Buktikan Komitmen Ketahanan Pangan dengan 23 Ribu Bibit

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.