Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ukraina Serukan Pertemuan Darurat DK PBB terkait Rencana Nuklir Putin

📅 Senin, 27 Mar 2023, 11:06 WIB | Oleh:
Ukraina Serukan Pertemuan Darurat DK PBB terkait Rencana Nuklir Putin Doc: Antara/Xinhua
Ket. Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada Senin (19/12/2022).

KIEV - Pemerintah Ukraina pada Minggu (26/3) mendesak digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan rencana menempatkan senjata atom taktis di Belarusia.

Seorang pejabat Ukraina mengatakan, Rusia "menjadikan Belarusia sebagai sandera nuklir."

The Associated Press melaporkan, ketegangan Rusia-Ukraina semakin meningkat. Sebuah ledakan terjadi jauh di dalam Rusia melukai tiga orang pada hari Minggu.Pihak berwenang Rusia menyalahkan pesawat tak berawak Ukraina atas ledakan yang merusak bangunan tempat tinggal di sebuah kota yang hanya berjarak 175 km dari Moskow.

Rusia mengatakan rencana untuk menempatkan senjata nuklir taktis di Belarusia dilakukan sebagai tanggapan atas dukungan militer Barat yang meningkat untuk Ukraina. Putin mengumumkan rencana itu dalam sebuah wawancara TV yang disiarkan Sabtu (25/3). Dia mengatakan hal itu dipicu oleh keputusan Inggris memberi Ukraina peluru penembus baja yang mengandung depleted uranium.

Putin berpendapat, dengan mengerahkan senjata nuklir taktisnya di Belarusia, Rusia mengikuti jejak Amerika Serikat.Dia mencatat, Washington memiliki senjata nuklir di Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki.

"Kami melakukan apa yang telah mereka lakukan selama beberapa dekade, menempatkan senjata nuklir di negara sekutu tertentu, menyiapkan platform peluncuran dan melatih awak mereka," katanya.

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengutuk langkah itu dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu dan mendesak sebuah pertemuan darurat DK PBB.

"Ukraina mengharapkan tindakan efektif untuk melawan pemerasan nuklir Kremlin oleh Inggris, Tiongkok, AS, dan Prancis," bunyi pernyataan itu. Negara-negara ini "punya tanggung jawab khusus" terkait agresi nuklir.

"Dunia harus bersatu melawan seseorang yang membahayakan masa depan peradaban manusia," menurut pernyataan itu.

Ukraina belum mengomentari ledakan pada hari Minggu di Rusia.Ledakan itu menimbulkan kawah dengan diameter 15 meter dan kedalaman 5 meter, menurut laporan media.

Kantor berita Rusia Tass melaporkan, pihak berwenang mengidentifikasi drone itu sebagai Tu-141 milik Ukraina.Drone era Soviet diperkenalkan kembali di Ukraina pada 2014, dan memiliki jangkauan sekitar 1.000 km.

Ledakan itu terjadi di kota Kireyevsk di wilayah Tula, sekitar 300 km dari perbatasan dengan Ukraina.Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan drone itu jatuh setelah sistem jamming elektronik menonaktifkan navigasinya.

Serangan pesawat tak berawak serupa sering terjadi selama perang, meskipun Ukraina hampir tidak pernah mengaku bertanggung jawab.Pada Senin, Rusia mengatakan drone Ukraina menyerang fasilitas sipil di kota Dzhankoi di Krimea yang dianeksasi Rusia.Militer Ukraina mengatakan beberapa rudal jelajah Rusia hancur, tetapi tidak secara khusus mengklaim bertanggung jawab.

Pada Sabtu, Putin berpendapat, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah lama meminta untuk memiliki senjata nuklir lagi di negaranya untuk melawan NATO. Belarusia berbagi perbatasan dengan tiga anggota NATO, Latvia, Lituania, dan Polandia. Rusia menggunakan wilayah Belarusia sebagai tempat persiapan untuk mengirim pasukan ke negara tetangga Ukraina pada 24 Februari 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.