Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tjandra Minta Pengembangan Investasi dan Inovasi Atasi Malaria

📅 Rabu, 26 Apr 2023, 06:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tjandra Minta Pengembangan Investasi dan Inovasi Atasi Malaria Doc: Dokumen Pribadi
Ket. Profesor Tjandra Yoga Aditama

Pakar ilmu kesehatan yang juga Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Profesor Tjandra Yoga Aditama, meminta Indonesia mengembangkan investasi anggaran dan inovasi untuk menanggulangi penyakit malaria.

"Di dunia, dan tentunya juga di Indonesia, dikenal program 3I dalam penanggulangan malaria, yaitu investasi, inovasi, dan implementasi," kata Tjandra Yoga Aditama yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (25/4).

Tjandra yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia tenggara melaporkan data dunia terkait kesenjangan investasi yang terus meningkat antara dana yang tersedia dan yang dibutuhkan untuk menanggulangi malaria. Salah satunya, World Malaria Report per Desember 2022, menyebutkan dana yang dibutuhkan dunia untuk penanggulangan malaria berkisar 7,3 miliar dollar AS atau setara 109 triliun rupiah, sementara yang tersedia hanya 3,5 miliar dollar AS atau setara 52 triliun rupiah.

"Jadi, adagap3,8 miliar dollar AS, ini meningkat dibandingkan gap tahun 2019 sebesar 2,6 miliar dollar AS dan di tahun 2020 sebesar 3,5 miliar dollar AS," kata dia.

Tentang inovasi, kata Tjandra, peneliti sedang mengembangkan alat terbaru diagnosis malaria yang dapat mengatasi delesi gen HRP2/3 serta diagnosis melalui saliva dan urin.

Dikatakan Tjandra penelitian vaksin malaria juga berkembang, salah satu yang cukup menjanjikan adalah R21 yang merupakan jenis vaksin S.

"Berbagai obat malaria baru juga terus diteliti, termasuk yang sifatnya non-ACT dan juga triple ACTs. Untuk pengendalian vektor, ada sekitar 28 produk yang sedang diteliti," kata dia.

Sesudah investasi dan inovasi, kata Tjandra, yang paling penting saat ini adalah bagaimana implementasi di lapangan. "Kami berharap agar Indonesia juga dapat mengatasi kesenjangan investasi anggaran untuk malaria, juga perlu ikut dalam perkembangan ilmu dalam inovasi penanggulangan malaria, dan yang paling penting adalah melakukan implementasi di lapangan agar malaria dapat dikendalikan," ungkap dia.

Sebaiknya Anda baca juga:

25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia. World Malaria Report yang diterbitkan pada Desember 2022, malaria membunuh sekitar 619.000 orang di dunia pada 2021.

Jumlah itu menurun dibandingkan data 2020 sebanyak 625.000 jiwa kematian di dunia. "Jumlah kasusnya di dunia amat fantastis, 247 juta kasus baru malaria di tahun 2021, naik dari angka 2020, yaitu 245 juta," kata dia.

Untuk Indonesia, World Malaria Report terbaru mempublikasi peningkatan kasus pada periode 2020 dan 2021, yang bersamaan dengan peningkatan kasus di India, Myanmar, Korea Utara, dan Bangladesh.

"Laporan ini menggambarkan tentang negara-negara di WHO Asia tenggara, dimana pada 2021 Timor-Leste sudah melaporkan tidak ada kasus lagi (zero malaria cases)," ucap dia.

Sementara negara dengan tanpa kematian akibat malaria atauzero malaria deathsadalah Bhutan, Korea Utara, Thailand, dan Timor-Leste.

"Semua negara lain di WHO Asia tenggara menunjukkan penurunan kematian yang cukup tinggi, 40 persen atau lebih, kecuali Indonesia yang hanya menunjukkan penurunan kematian di bawah 25 persen," ungkap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.