Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Harus Kurangi Emisi agar Dunia Terhindar dari Kekacauan Iklim

📅 Senin, 26 Jul 2021, 00:03 WIB | Oleh:
Tiongkok Harus Kurangi Emisi agar Dunia Terhindar dari Kekacauan Iklim Doc: ISTIMEWA
Ket. JOHN KERRY Utusan iklim AS - Tidak ada alternatif, karena tanpa pengurangan yang cukup oleh Tiongkok, tujuan 1,5 derajat pada dasarnya tidak mungkin.

LONDON - Utusan iklim Amerika Serikat (AS), John Kerry, memperingatkan Tiongkok agar dalam dekade ini harus mengurangi emisi supaya dunia terhindar dari "kekacauan" iklim. Pernyataan itu disampaikan atas penilaiannya karena dunia dinilai gagal memenuhi komitmennya akan perubahan iklim.

Dalam pidato kebijakan di Kew Gardens di London itu, Kerry memilih Tiongkok dan mengatakan sangat mustahil bagi dunia untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius, kecuali penghasil emisi terbesar di dunia mengubah targetnya. "Tidak ada alternatif, karena tanpa pengurangan yang cukup oleh Tiongkok, tujuan 1,5 derajat pada dasarnya tidak mungkin," kata Kerry.

Kerja sama antara AS dan Tiongkok dalam hal iklim adalah "satu-satunya cara untuk membebaskan diri dari pakta bunuh diri bersama di dunia saat ini," tambahnya.

Berbicara menjelang pertemuan para menteri lingkungan G20 di Italia pada pekan lalu, Kerry mengatakan semua negara ekonomi utama perlu mulai mengurangi emisi pada 2030. Dia mendesak negara-negara G20 lainnya untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius, target yang ditentang beberapa orang.

Tiongkok yang menyumbang 28 persen dari emisi global tahunan, telah berjanji untuk mencapai puncak emisi sebelum 2030, tanpa menentukan kapan mereka akan mulai menurun, atau berapa banyak, sedangkan AS adalah penghasil emisi kumulatif terbesar di dunia.

Kerry mengatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara di Tiongkok "mengganggu". Dia menunjukkan bahwa jika Beijing tidak mencapai puncak emisi hingga 2030, seluruh dunia harus mencapai nol emisi pada 2040, sebuah tujuan yang dia katakan "tidak mungkin".

"Meskipun kami datang ke sini untuk berbicara tentang efek rumah kaca, kami tidak bermaksud menempatkan Anda di rumah kaca," canda Kerry di hadapan audiens yang berkumpul di konservatori yang terik selama gelombang panas London.

Sudah Terasa

Dengan hubungan AS-Tiongkok yang rendah, kerja sama dalam masalah iklim adalah salah satu dari sedikit bidang di mana keduanya secara luas selaras, membuat pernyataan tajam Kerry menjadi tidak biasa.

Ketika peristiwa cuaca yang aneh membawa kehancuran bagi negara-negara kaya dan miskin, dan dengan banjir di Jerman yang merenggut ratusan nyawa, efek perubahan iklim sudah terasa. "Kami sudah melihat konsekuensi dramatis dengan 1,2 derajat pemanasan. Merenungkan menggandakan itu berarti mengundang malapetaka," kata Kerry.

Mantan Menlu AS ini juga menyerukan "mobilisasi masa perang" sumber daya untuk memerangi krisis, dengan mengatakan itu adalah "kesempatan besar untuk membangun kembali ekonomi kita setelah pandemi bersejarah".

AS menarik diri dari Kesepakatan Iklim Paris di bawah Presiden Donald Trump, tetapi telah bergabung kembali awal tahun ini setelah penggantinya, Joe Biden, menjabat.

n SB/FT/E-9

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...

Dampak kemarau di Kabupaten Bekasi

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Dampak kemarau di Kabupaten...

Pameran filateli di Bandung

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pameran filateli di Bandung
Ekonomi
Aksesori lurik berbahan lim...

Festival Hungry Ghost di Medan

6 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Festival Hungry Ghost di Medan
Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.