Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Kualitas SDM, Indonesia Bisa Jadi Pemain Besar di Kawasan dalam Pengembangan Digital

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kualitas SDM, Indonesia Bisa Jadi Pemain Besar di Kawasan dalam Pengembangan Digital Doc: ANTARA/Katriana
Ket. Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamen Kominfo) RI Nezar Patria (kanan) dalam acara Penyerahan Laporan Penilaian Kesiapan AI di Indonesia, di Jakarta, Jumat (4/10/2024).

Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamen Kominfo) Nezar Patria mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pemain besar di kawasan dalam pengembangan teknologi digital, terutama yang terkait dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

"Kita berpotensi menjadi pemain besar di kawasan ini," kata Nezar dalam acara Penyerahan Laporan Penilaian Kesiapan AI di Indonesia, di Jakarta, Jumat (4/10).

Nezar mengatakan bahwa berdasarkan sebuah survei, Indonesia akan memiliki pertumbuhan ekonomi sekitar 366 miliar dolar AS (sekitar Rp5,69 kuadriliun) yang berbasis pada ekonomi digital.

"Itu berarti bahwa untuk kawasan ini, akan ada pertumbuhan ekonomi digital sekitar 1 triliun dolar AS (sekitar Rp15,5 kuadriliun) di Asia. Jadi, Indonesia akan berkontribusi sekitar 40 persen dari total pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ini," katanya.

Oleh karena itu, ia menilai bahwa pemerintah memerlukan sejumlah regulasi untuk mengatur pengembangan digital di Indonesia.

Terkait dengan regulasi tersebut, Nezar mengatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada dasarnya telah mengeluarkan beberapa peraturan terkait teknologi baru yang hadir di masyarakat, misalnya aturan terkait pinjaman atau transaksi daring.

Kemkominfo juga telah memiliki regulasi berita yang disebut sebagai perlindungan data pribadi.

Semua regulasi tersebut, katanya, akan terkait dengan kecerdasan buatan dan semua teknologi yang akan hadir di masyarakat, dan regulasi itu akan diterapkan di berbagai sektor bisnis dan masyarakat.

Ia juga mengatakan bahwa dalam lima tahun mendatang Kemkominfo juga akan menyiapkan beberapa regulasi baru.

"Saya kira kita harus menyiapkan beberapa regulasi. Namun dengan satu prinsip bahwa kita tidak ingin menghentikan, kita tidak ingin menghentikan inovasi, tetapi kita mencoba untuk mengurangi risiko dari meningkatnya teknologi kecerdasan buatan ini," kata dia.

"Jadi, kita ingin memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko," katanya menambahkan.

Sementara itu, terkait laporan penilaian kesiapan AI di Indonesia, Nezar mengatakan bahwa laporan tersebut memberikan wawasan mendalam tentang kesiapan Indonesia di berbagai dimensi dan memberikan peluang baru bagi pemerintah untuk memberdayakan masyarakat dan ekonomi digital.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan kebijakan yang tepat, AI, menurut dia, dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Nezar berharap laporan tersebut dapat menjadi peta jalan sekaligus ajakan kolaborasi bagi seluruh sektor untuk membentuk ekosistem AI yang beretika dan inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.