Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Permudah Kebutuhan Klinis Terapi Penyakit Kanker 

30 Sabtu, 26 Jun 2021, 06:58 WIB | Oleh:
Teknologi Permudah Kebutuhan Klinis Terapi Penyakit Kanker  Teknologi Permudah Kebutuhan Klinis Terapi Penyakit Kanker  Doc: koran jakarta/ Muhamad Marup
Ket. Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia, dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk, dalam acara peluncuran Istry, di Jakarta, Jumat (25/6).

JAKARTA - Perkembangan terapi sistemik dalam penanganan kanker mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Babyak sumber informasi yang membantu dokter spesialis kanker untuk mengingat proses-proses baru penanganan kanker.

Demikian disampaikanKetua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia,dr. Walta Gautama, SpB(K)Onk,dalam acara peluncuran Istry, di Jakarta, Jumat (25/6).

"Berbagai obat baru baik kemoterapi maupun terapi target terus bermunculan.Perkembangan informasi yang masif ini tidak semuanya dapat terekam dalam memori para dokter," ujarnya.

Walta menjelaskan, pihaknya merespons kondisi tersebut dengan melahirkanIdonesian Sistemic Therapy (ISTRY).Istry adalah aplikasi mobile berbayar, berbasis android yang menyediakan platform interaktif bagi tenaga medis. Mereka bisa memperoleh informasi tentang terapi kanker terbaru yang beredar di Indonesia. Hal itu terutama kanker payudara, kanker tiroid, kanker kepala leher, kanker jaringan lunak, kanker kulit, dan limfoma.

"Ini adalah aplikasi gawai pintar pertama di Indonesia yang dapat menyediakan informasi bagi dokter untuk mengambil keputusan klinis dalam bidang terapi sistemik kanker," jelasnya.

Sasaran Pengguna

Pada kesempatan tersebut,Project Manager Istry, dr Febriyanto Kurniawan, SpB(K)Onk menyampaikan bahwa sasaran pengguna Istry adalah dokter ahli bedah onkologi, dokter ahli hematologi onkologi, dan dokter bedah umum yang menangani pasien kanker. Dokter dapat langsung menghitung dosis obat kemoterapi, obat hormonal, dan obat penunjang terapi kanker lainnya.

Dia menjelaskan, aplikasi ini juga memiliki fitur informasi cara pemberian/administrasi obat serta data efek samping obat kemoterapi dan terapi target. Data efek samping ini penting sebab pasien sering bertanya tentang efek samping, bahkan sebelum kemoterapi.

"Ini akan sangat memudahkan dokter serta meningkatkan ketepatan terapi. Akhirnya akan menguntungkan pasien," ucapnya.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof.dr. Abdul Kadir, PhD, SpTHTKL(K) mengapresiasi kehadiran Istry. Istry merupakan salah satu bentuk integrasi teknologi informasi ke dalam pelayanan kesehatan.

"Semoga aplikasi ini dapat digunakan semaksimal mungkin oleh para dokter Indonesia yang merawat pasien kanker," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.