Tak Disangka, Hello Kitty Kini Berusia 50 Tahun, Jadi Saksi Imut Kisah Sukses Jepang
📅 Minggu, 22 Des 2024, 10:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Shuji Kajiyama
Sameer Hosany, Royal Holloway University of London
Hello Kitty tidak terlihat setua usianya. Meskipun baru-baru ini merayakan ulang tahunnya yang ke-50, dia tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan, alih-alih pensiun.
Pada tahun 2025, karakter Jepang—bernilai sekitar US$4 miliar (setara Rp64 triliun) per tahun—ini akan membintangi film laga. Taman hiburan dan resor baru juga sudah disiapkan untuknya.
Ulang tahun ke-50 Hello Kitty dirayakan dalam berbagai acara di Jepang, Singapura, Amerika Serikat (AS), dan Inggris. Ia bahkan menerima pesan ulang tahun dari Raja Charles pada jamuan makan kenegaraan di Istana Buckingham.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk karakter sederhana, dengan dua mata bertitik hitam, tanpa mulut, dan hidung kancing kuning, itu adalah pesta yang luar biasa.
Dirancang pada tahun 1974 oleh Yuko Shimizu (yang diyakini tidak banyak mendapatkan keuntungan dari kreasinya), Hello Kitty pertama kali muncul pada dompet koin vinil transparan—dan sejak itu berkembang menjadi kerajaan dagangan bagi lebih dari 50.000 barang berbeda yang dijual di 130 negara.
Awetnya Hello Kitty sebagai karakter, sebagian besar disebabkan oleh kesederhanaannya. Dari segi desain, ia hanya terdiri dari beberapa bentuk dasar: enam garis pendek untuk kumis dan pita merah. Desain minimalis ini membuatnya mudah dikenali dan murah untuk direproduksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karakter Hello Kitty juga merupakan lambang ‘Kawaii’, istilah dalam bahasa Jepang untuk menyebut ‘imut’. Menurut Joshua Dale, seorang pelopor dalam bidang “studi kelucuan”, persepsi imut atas objek memicu naluri psikologis untuk merawat dan melindungi.
Keimutan Hello Kitty membuat anak-anak merasa aman dengan karakter kecil dan bulat itu. Seperti karakter lain (Winnie the Pooh, Mickey Mouse, dan masih banyak sejenisnya lagi), dia memberikan kesan polos dan nyaman, menarik penggemar sejak usia dini—dan berlanjut hingga dewasa bagi mereka yang suka bernostalgia.
Popularitas Hello Kitty dan karakter serupa sebagian besar berasal dari antusiasme abadi orang-orang terhadap antropomorfisme—kecenderungan manusia untuk memberikan sifat-sifat atau karakteristik manusia kepada hewan, benda, atau makhluk yang bukan manusia.
Beberapa orang juga berpendapat bahwa femomena ini merupakan elemen kunci dari infantilisasi budaya, yaitu kecenderungan memperlakukan orang dewasa seolah-olah mereka masih anak-anak.
Hello Kitty juga memiliki alur cerita yang mudah dipahami dan disukai konsumen. Menurut biografinya, Hello Kitty—nama lengkapnya Kitty White—adalah gadis kecil ceria (jadi secara resmi bukan kucing) yang tinggal di pinggiran kota London bersama keluarganya. Tingginya digambarkan setara dengan “lima apel” dan beratnya “tiga apel”. Ia suka membuat kue, dan hobi lainnya termasuk jalan-jalan, mendengarkan musik, dan mencari teman baru.
Kucing perusahaan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!