Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Kebijakan Ketenagakerjaan

Taiwan Diminta Masukkan Pekerja Migran dalam Perlindungan Pandemi

Foto : ANTARA/HO-GWO TAIWAN

DISKUSI DENGAN PEKERJA MIGRAN I Direktur Global Workers’ Organization (GWO) Karen Hsu (kiri) berdiskusi dengan para pekerja migran asal Indonesia di Taipei.

A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Pemerintah Taiwan diminta memasukkan para pekerja migran dalam program jaringan perlindungan pandemi Covid-19. Dengan dimasukkannya para pekerja migran tersebut maka pandemi di kepulauan itu akan lebih terkendali.

"Kami sudah beberapa kali mengingatkan pemerintah agar pekerja migran, khususnya 50 ribu lebih yang kaburan (melarikan diri dari majikan) dimasukkan dalam jaringan perlindungan pandemi," kata pendiri Global Workers' Organzation (GWO), Karen Hsu saat dihubungi Antara dari Beijing, Senin (28/6).

Pimpinan LSM yang bergerak di bidang pemberdayaan pekerja migran itu mengatakan CECC (Pusat Komando Epidemi Taiwan) dan Pemkot Taipei telah mengumumkan adanya amnesti bagi pekerja migran kaburan bisa melakukan tes dan perawatan medis selama pandemic. Namun program ini ternyata belum mendapatkan persetujuan dari MoL (Kementerian Ketenagkerjaan).

Ia melihat klaster Covid-19 di kalangan pekerja migran sebagai dampak dari sikap MoL yang menutup mata situasi asrama para pekerja migran yang tidak layak.

"Ketika MoL meminta majikan dan agensi (penyalur pekerja migran) mencarikan solusi pencegahan pada komunitas pekerja migran, majikan dan agensi justru makin kewalahan," ujarnya.

Membuat Cemas

Situasi pandemi saat ini makin membuat cemas para pekerja migran yang terkurung di dalam rumah majikan atau asrama penampungan, terutama sejak munculnya klaster pekerja migran di Kabupaten Miaoli pada pertengahan bulan Juni.

Sebanyak 426 pekerja migran di Kabupaten Miaoli dinyatakan positif Covid-19 setelah pemerintah daerah setempat melarang para pekerja migran ke luar dari asrama selama pandemi tanpa memperhatikan situasi asrama yang ternyata justru menjadi tempat penularan wabah tersebut. n Ant/N-3




Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top