Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Studi Ungkap Merokok Tingkatkan Risiko Depresi dan Bipolar Dua Kali Lipat

Foto : Istimewa

Ilustrasi

A   A   A   Pengaturan Font

Para peneliti menemukan bahwa kemungkinan seorang anak menjadi perokok cukup tinggi ketika orang tua angkatnya merokok. Namun, risikonya lebih tinggi ketika orang tua kandungnya merokok. Tim menemukan bahwa "gen yang berhubungan dengan merokok" yang diwarisi dari orang tua kandung memainkan peran penting dalam memutuskan apakah seseorang akan merokok.

"Ketika kami melihat banyak perokok dalam database, kami menemukan sejumlah varian genetik yang berulang. Dengan melihat studi kembar, di mana anak kembar memiliki gen yang sama namun dibesarkan di rumah yang berbeda, kami dapat melihat bahwa gen mereka dapat menjelaskan 43 persen risiko menjadi perokok," ujar Speed.

Penelitian ini tidak mengevaluasi mekanisme biologis yang menyebabkan masalah kesehatan mental. Para peneliti percaya bahwa masalah ini mungkin disebabkan oleh kerusakan otak yang disebabkan oleh nikotin.

"Kami masih perlu menemukan mekanisme biologis yang menyebabkan merokok menyebabkan gangguan mental. Salah satu teorinya adalah nikotin menghambat penyerapan neurotransmitter serotonin di otak, dan kita tahu bahwa orang yang mengalami depresi tidak menghasilkan cukup serotonin," imbuh Speed.

"Penjelasan lainnya adalah bahwa merokok menyebabkan peradangan di otak, yang dalam jangka panjang dapat merusak bagian otak dan menyebabkan berbagai gangguan mental. Tapi seperti yang saya katakan: Kami belum tahu pasti," pungkasnya.
Halaman Selanjutnya....


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Rivaldi Dani Rahmadi

Komentar

Komentar
()

Top