Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Tionghoa Diaspora - Ubah Peradaban dari Antroposentris Menjadi Teosentris

Sistem Dunia yang Rancu Kacaukan Perdamaian

Foto : istimewa

Ubah Peradaban - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin (kanan) bersama sejumlah panelis lain pada pertemuan puncak ke-9 para Tionghoa Diaspora, di Hong Kong, Senin (13/11). Peradaban dunia mesti diubah dari yang berpusat pada manusia menjadi berpusat ke Tuhan.

A   A   A   Pengaturan Font

Selama ini sistem dunia terlalu berwajah antroposentristik (menjadikan manusia sebagai pusat kesadaran) dan kurang berwajah teosentristik (Tuhan sebagai pusat kesadaran). Akibatnya, tambah Din, peradaban dunia kering-kerontang dari nilai-nilai etika dan moral. Dalam bidang ekonomi terjadi yang kaya semakin kaya, sedangkan mereka yang jauh miskin semakin menderita. Hal ini melahirkan atau menciptakan kesenjangan serta ketakadilan.

Dalam bidang politik terjadi proses zero sum game, yakni kecenderungan saling menafikan dan mendominasi. Hal ini sering menimbulkan konflik. Begitu pula dalam bidang budaya. Yang makin merajalela adalah budaya liberal dan hedonistis.

Posisi Tengahan

Ketika ditanya moderator, negara mana yang tepat dan selama dua dasawarsa terakhir menerapkan kekuasaan lunak (soft power) dalam menanggulangi kerusakan peradaban dunia itu, Din secara spontan menyebut Indonesia.

Jawaban ini langsung disambut tawa dan tepuk tangan sebagian peserta. Dalam jawabannya, Guru Besar Politik Islam Global Pascasarjana UIN Jakarta ini menguraikan untuk menanggulangi kerusakan dunia yang bersifat akumulatif, diperlukan peran negara atau koalisi negara-negara dengan posisi tengahan (median position).
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Aloysius Widiyatmaka

Komentar

Komentar
()

Top