Logo

Follow Koran Jakarta di Sosmed

  • Facebook
  • Twitter X
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Threads

© Copyright 2025 Koran Jakarta.
All rights reserved.

Jum'at, 03 Jan 2025, 15:52 WIB

Sisa Jenazah Ditemukan Saat Evakuasi Puing Pesawat Jeju Air

Foto: ISTIMEWA

Muan, Korea Selatan - Penyelidik Korea Selatan pada Jumat mengatakan bahwa mereka memperkirakan akan menemukan lebih banyak sisa jenazah saat mulai mengangkat puing-puing pesawat Jeju Air yang jatuh saat mendarat akhir pekan lalu, menewaskan semua penumpang dan kru kecuali dua dari total 181 orang di dalamnya.

Penerbangan 2216 dari Bangkok menuju Muan terbakar hebat setelah menabrak instalasi beton di ujung landasan pacu saat melakukan panggilan mayday dan pendaratan darurat dengan badan pesawat.

Penyebab pasti kecelakaan pesawat Boeing 737-800 ini masih belum diketahui. Namun, penyelidik mengidentifikasi kemungkinan penyebab seperti tabrakan dengan burung, kerusakan roda pendaratan, dan penghalang di ujung landasan pacu.

Menggunakan derek besar berwarna kuning, penyelidik mulai mengangkat bagian-bagian badan pesawat yang hangus pada Jumat, termasuk yang tampak seperti mesin dan bagian ekor pesawat.

"Hari ini, kami akan mengangkat bagian ekor pesawat," kata Na Won-ho, kepala penyelidikan kepolisian provinsi Jeolla Selatan, dalam konferensi pers di Bandara Internasional Muan, tempat kecelakaan terjadi. 

"Kami memperkirakan mungkin ada sisa jenazah yang ditemukan di bagian tersebut. Untuk hasil lengkap, kita harus menunggu hingga besok," tambahnya.

Akibat kerusakan parah pada pesawat, beberapa jenazah mengalami kerusakan ekstrem, sehingga membutuhkan waktu bagi penyelidik untuk menyatukan kembali bagian-bagian tubuh sambil tetap menjaga bukti di lokasi kecelakaan. Semua 179 korban telah teridentifikasi, dan beberapa jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Polisi berjanji akan segera menentukan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini, meskipun menurut kementerian transportasi, investigasi dapat memakan waktu antara enam bulan hingga tiga tahun.

Penulis: Achmad Affandi

Tag Terkait:

Bagikan:

Portrait mode Better experience in portrait mode.