Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Sifat Tamak dan Rakus Penyebab Korupsi

Foto : ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj

Penyidik KPK menunjukkan barang bukti hasil operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Purbolinggo di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/8/2021) dini hari. KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya yang juga anggota DPR Hasan Aminuddin serta mengamankan barang bukti Rp326.500.000 dan menahan keduanya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait seleksi kepala desa di Kabupaten Probolinggo.

A   A   A   Pengaturan Font

Mereka terlalu tamak dan rakus. Mereka cenderung merasa kurang ­dengan apa yang mereka miliki. Karena itu, pejabat negara yang terbukti korupsi harus dihukum seberat-beratnya dan dimiskinkan.

Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap 10 orang diduga terkait jual beli jabatan di Kabupaten Probolinggo. Di antaranya ada sepasang suami isteri yang sudah menjadi penguasa kabupaten tersebut selama 18 tahun, yaitu Hasan Aminuddin dan isterinya Puput Tantriana Sari.

Hasan Aminuddin menjadi Bupati Probolinggo selama dua periode, dari 2003 hingga 2013. Posisinya kemudian diganti isterinya, Puput untuk periode 2013-2018 dan kemudian terpilih lagi untuk masa jabatan yang kedua, 2018-2023.

Sebelum menjadi Bupati Probolinggo, Hasan menjadi Ketdua DPRD Kabupaten Probolinggo dari 1999-2003. Sejak 2014 lalu, Hasan adalah anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur.

Banyak yang bertanya-tanya, apa yang melatarbelakangi Hasan dan Puput terlibat dalam jual beli jabatan. Bukankah harta yang mereka miliki sebagai pejabat tinggi sangat mencukupi? Bayangkan, Hasan pernah menjadi Bupati selama 10 tahun, kemudian menjadi anggota DPR RI sudah 7 tahun. Isterinya menjadi Bupati sudah 8 tahun. Jawabannya pasti bukan soal harta yang cukup atau tidak cukup.

Korupsi yang diduga dilakukan Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana Sari pasti bukan karena pendapatannya kurang. Tanpa suaminya menjadi anggota DPR RI pun, atau sebaliknya, tanpa isterinya menjadi Bupati pun, keluarga Hasan dan Puput pasti bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Bukan hanya cukup, jika hidup wajar pasti berlebih.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top