Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Serangan “Drone” Terhadap Hun Sen Digagalkan

📅 Kamis, 13 Feb 2025, 02:40 WIB | Oleh:
Serangan “Drone” Terhadap Hun Sen Digagalkan Doc: AFP/TANG CHHIN SOTHY
Ket. Hun Sen

PHNOM PENH - Mantan Perdana Menteri Hun Sen mengatakan pada Selasa (11/2) bahwa sebuah rencana untuk membunuhnya dengan drone di kediamannya dekat Phnom Penh terbongkar beberapa pekan lalu oleh pihak berwenang yang menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam rencana tersebut.

Namun, seorang anggota parlemen partai oposisi mengatakan klaim itu mencurigakan dan kemungkinan akan digunakan untuk menyebut aktivitas oposisi di Kamboja dan luar negeri sebagai terorisme.

“Jika mereka disebut teroris, hukumannya sangat berat, mereka bisa dipenjara bertahun-tahun, dan mereka bisa menganiaya pejabat oposisi Kamboja,” kata Um Sam An, pejabat senior dari Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) yang dilarang, yang sekarang tinggal di Amerika Serikat.

Berbicara saat peresmian gedung sekolah, Hun Sen mengatakan sebuah klip audio baru-baru ini dikirimkan kepadanya yang mengungkap skema pembunuhan, yang menargetkan rumahnya di Kota Takhmao, sekitar 11 kilometer selatan Ibu Kota Phnom Penh.

Ia memperingatkan semua entitas asing untuk tidak ikut campur dalam urusan internal Kamboja yang merupakan sebuah pernyataan yang telah ia sampaikan berulang kali selama bertahun-tahun.

"Berhati-hatilah. Rencana untuk menyerang tempat tinggal saya di Takhmao dengan drone adalah nyata," kata Hun Sen saat berada di Provinsi Kandal bagian tengah. "Mendukung serangan semacam itu mengancam keamanan nasional. Jangan berani-berani menyakiti atau membunuh saya," tegas dia.

Polisi Kamboja belum membuat pernyataan apapun tentang penangkapan yang terkait dengan dugaan percobaan pembunuhan Hun Sen tersebut.

Sebuah Alasan

Sebaiknya Anda baca juga:

Hun Sen, 72 tahun, mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada tahun 2023, tetapi tetap memiliki pengaruh sebagai presiden Senat dan sebagai pemimpin Partai Rakyat Kamboja yang berkuasa. Putranya, Hun Manet, kini menjabat sebagai perdana menteri.

Rancangan undang-undang baru-baru ini akan melabeli anggota oposisi ekstremis sebagai teroris yang mungkin sebagai cara untuk menargetkan kelompok oposisi di luar negeri.

Sebagian besar anggota parlemen oposisi meninggalkan Kamboja setelah CNRP dilarang pada tahun 2017. Baru-baru ini, aktivis Kamboja dan kritikus pemerintah di Thailand, Jepang, Australia, dan tempat lain, menghadapi ancaman hukum atau bentuk tekanan dari Hun Sen.

Um Sam An mengatakan kepada kantor berita Radio Free Asia (RFA) bahwa klaim rencana pembunuhan Hun Sen hanyalah sebuah alasan untuk melindungi kekuasaan keluarganya.

“Ia (Hun Sen) akan menggunakannya untuk memberi tahu masyarakat internasional bahwa kaum demokrat di Kamboja bukanlah demokrat sejati dan menyatakan bahwa mereka adalah kelompok teroris yang harus ditumpas,” kata dia seraya mengingat kembali dugaan rencana bom pada tahun 1997 yang menyebabkan pertikaian di jalan-jalan Phnom Penh yang menyebabkan Hun Sen menggulingkan Pangeran Norodom Ranariddh, yang saat itu memegang jabatan perdana menteri pertama berdasarkan perjanjian pembagian kekuasaan. RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.