Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejumlah Komunitas Olah Sampah dari Sumber, Butuh Dukungan Pemerintah

📅 Rabu, 11 Agu 2021, 17:02 WIB | Oleh:
Sejumlah Komunitas Olah Sampah dari Sumber, Butuh Dukungan Pemerintah Doc: Istimewa
Ket. Suwiryo Hadistri Bara (55 tahun) bersama anak-anak muda memilah sampah plastik, di Kampung Kobak Rente, Desa Karangrejo, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

JAKARTA - Banyak komunitas yang bekerja keras mengolah sampah di tingkat sumber secara swadaya dan kolaborasi.Ini merupakan hasil investigasi dan advokasi yang dilakukan sejak Januari sampai 10 Agustus 2021 oleh Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI) dan Yayasan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Persampahan Indonesia (YPLHPI).

"Usaha mereka sangat riel menjalankan mandat Undang-Undang No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Pemerintah No. 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Perpres No. 97/2017 tentang Jakstranas Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga," kata Ketua KPNas, Bagong Suyoto dalam pernyataan tertulis yang diterima Koran Jakarta, Rabu (11/8).

Mereka secara nyata mengolah sampah dengan prinsip 3R (reuse, reduce, recycle) dari sumber.Banyak cerita suksus komunitas dan kelompok swadaya masyarakat (KSM) sukses olah sampah dari sumber. Selama ini kegiatan mereka telah memberikan manfaat besar bagi warga sekitar, membantu pemerintah dan sekaligus melestarikan lingkungan hidup.

Menurut Suwiryo Hadistri Bara (55 tahan) Ketua TPS 3R Bara & BS, apa yang selama ini dilakukan dalam olah sampah sebagai upaya membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah, mengembalikan sampah menjadi sumber daya, mengolah sampah di sumber, menciptakan lapangan kerj dan pendapatan masyarakat sekitar.

Lanjut Bara, yang juga Ketua Umum Gerakan Aksi Persampahan Indonesia (Gapindo), jika tidak dikumpulkan dan dikelola di suatu tempat, sampah tersebut banyak ditemui dibuang di lahan kosong, pinggir jalan, saluran air, daerah air sungai, bahkan ke sungai. Berarti akan menambah kondisi kotor, jorok, dan mencemari lingkungan.

"Apa yang kami lakukan agar bisa makan cukup. Dengan mengolah sampah bisa mendapat rezeki, juga tetangga bisa bekerja, terutama buruh kasar dan buruh tani yang tak punya pekerjaan," kata Bara.

Daerah Bekasi Utara, tambah dia, setelah tanam padi tak ada kerjaan, tak ada uang kontan, padahal kebutuhan dapur, jajan anak, kondangan harus dilakukan. Pada bingung. Dengan adanya TPS 3R, warga sekitar bisa kerja mendapat uang. Keberadannya sangat membantu mereka.

Bara mempunyai tempat pengolahan sampah terletak di Kampung Kobak Rante, Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Tempat ini dikenal dengan TPS 3R Bara & BS. Luasnya sekitar satu hektare. Usaha ini menciptakan lapangan kerja hampir 200 orang. Di sini ada pengangkutan sampah, pengorek sampah, pemilahan sampah, juga sebagai pengepul plastik, kertas, logam, dan lain-lain. Pun ada teknologi pembakar sampah skala kecil, tarapnya baru uji coba.

Bara pingin punya mesin press, teknologi composting, conveyor-belt (datar dan input), mesin pengayak kompos, mesin pencacah plastik. Supaya semua dapat diolah dan sisa-sisa sortir dan plastik kecil-kecil yang tak laku-jual diolah mesin pembakar dan abunya dijadikan pavin-block, bata, dan lain-lain. Ia ingin mengimplementasikan waste to energy (WtE). Jadi, berbagai teknologi pengolah sampah tersedia dan bisa jadi percontohan.

Dia punya Barisan Rakyat Garda Ekonomi Desa, dengan slogan unik, kocak, agak heperbolis "Edan Tapi Mapan". Sehingga banyak orang penasaran. Banyak orang penasaran pingin tahu apa maknanya. Stiker tersebut dipasang di rumah, tempat kegiatan, mobil, dan lain-lain. Dulunya, Bara fokus pada sektor pertanian sebab wilayahnya lahan pertanian masih relaif luas, terutama sawah irigasi teknis. Kini sawah-sawah itu perlahan menyempit akibat berbagai pembangunan, terutama perumahan, pabrik, usaha ayam potong, fasilitas publik, dan lain-lain.

Namun, sejak lima belas tahun lalu, dia lebih tertarik pada sampah. Kemudian Bara merintis usaha sampah bertahan hingga kini. Belakangan banyak anak muda ikut dalam usaha mengolah sampah tersebut. Walhasil, terbentuklah komunitas pengolah sampah.

Komunitas ini membuka usaha, dikenal pengepul rongsokan atau lapak sampah. Istilah kerennya Pusat Daur Ulang Sampah (PDUS), Pusat Olah Sampah 3R atau TPS 3R. Sebagian posisi mereka masuk sektor informal (pelapak, pemulung, buruh sortir, dan lain-lain). Kegiatan mereka ada beberapa tipologi.

Menurut Bagong, usaha tersebut semakin banyak tumbuh dan menjadi suatu kekuatan ekonomi tersendiri dalam menopang industri daur ulang dalam negeri. Jika dikaji secara ilmiah, kegiatan komunitas itu bagian dari rantai circular economy. Selain itu, ada pula bank sampah, sedang ditumbuhkembangkan oleh pemerintah di seluruh Indonesia.

Dalam pengelolaan sampah, tambah Bagong, dikenal istilah ekonomi sirkular merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan mendorong pertumbuhan industri daur ulang. Pendekatan ekonomi sirkular memiliki tujuan utama untuk meminimalisasi sampah yang masuk ke lingkungan sekaligus mengoptimalkan nilai recovery dari berbagai jenis sampah untuk dimanfaatkan oleh industri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
Hari Ini Resmi Diperingati ...

BMKG Khawatirkan Durasi Musim Hujan yang Pendek

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Khawatirkan Durasi Mus...
Nasional
Bapanas Proses 102 Tersangk...
Advertisement
Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

Indonesia vs Singapura di GBK Hari Ini, Polri Siapkan 3.852 Personel

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.