Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Riset: Polusi Udara dan Suara Bisa Menyebabkan Ketidaksuburan

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset: Polusi Udara dan Suara Bisa Menyebabkan Ketidaksuburan Doc: The Conversation/Unsplash/Jacek Dylag
Ket. Ilustrasi lalu lintas yang bising dan berpolusi.

Amy L. Winship, Monash University dan Mark Green, The University of Melbourne

Sekitar 1 dari 6 orang di seluruh dunia mengalami infertilitas alias ketidaksuburan. Sementara, lebih dari separuh populasi dunia tinggal di kawasan perkotaan.

Fakta ini memantik minat sejumlah peneliti untuk mencari tahu apakah kota yang bising dan berpolusi bisa menyebabkan penghuninya mengalami ketidaksuburan, kondisi ketika laki-laki dan perempuan sulit memiliki keturunan meskipun sudah berupaya semaksimal mungkin.

Sebuah studi berskala besar di Denmark menggunakan data nasional untuk meneliti hal ini. Peneliti menemukan bahwa paparan polusi udara dan kebisingan lalu lintas dalam jangka panjang mungkin bisa menyebabkan ketidaksuburan, tetapi pengaruh keduanya berbeda terhadap laki-laki dan perempuan.

Pengaruh polusi dan kebisingan pada tubuh

Kita tahu bahwa polusi udara yang bersumber dari lalu lintas berdampak negatif pada lingkungan. Polusi udara juga berdampak buruk terhadap kesehatan manusia dan dikaitkan sebagai penyebab kanker dan penyakit jantung.

Bukan cuma itu, zat kimia dari udara berpolusi yang terhirup ternyata bisa masuk ke saluran reproduksi melalui darah. Zat kimia ini bisa mengurangi kesuburan dengan mengganggu kerja hormon hingga merusak sel telur dan sperma.

Adapun dampak kebisingan lalu lintas terhadap kesehatan belum terlalu jelas, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa polusi suara ini bisa meningkatkan hormon stres yang berdampak pada kesuburan.

Bagaimana penelitiannya?

Penelitian terbaru pada 2024 ini menggunakan data seluruh penduduk Denmark. Peneliti menggunakan nomor identifikasi unik untuk melacak riwayat hidup peserta, kemudian data mereka digabung ke dalam sebuah basis data nasional.

Data nasional memungkinkan peneliti untuk menyelidiki hubungan antara kesehatan seseorang dengan sejumlah faktor, seperti tempat tinggal, pekerjaan, pendidikan, dan riwayat keluarga. Metode ini disebut "kemitraan data" (data linkage).

Studi ini bertujuan untuk menjaring pasangan yang kemungkinan sedang menjalani program hamil, tetapi berisiko didiagnosis tidak subur.

Lebih dari dua juta peserta penelitian merupakan laki-laki dan perempuan berusia subur. Peserta yang didiagnosis mengalami ketidaksuburan sebelum usia 30 tahun biasanya tinggal sendirian atau terikat hubungan sesama jenis. Peserta penelitian juga termasuk orang dengan informasi yang tidak lengkap, seperti tidak ada alamat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.