Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Protein "Syncytin" Memadukan Sel dalam Pembentukan Plasenta

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

ERV yang paling banyak dipelajari dalam genom manusia disebut HERV-W, pertama kali dijelaskan pada 1999. Mereka menyandikan protein yang disebut syncytin yang ditemukan di plasenta.

Retrovirus endogen (ERV) atau potongan-potongan DNA virus manusia, awalnya dianggap sebagai "urutan fosil" yang tidak aktif atau bagian dari "DNA sampah" genom. Namun, kesamaan dengan banyak dugaan DNA sampah, ternyata banyak ERV manusia yang aktif.

ERV yang paling banyak dipelajari dalam genom manusia disebut HERV-W, pertama kali dijelaskan pada 1999. Mereka menyandikan protein yang disebutsyncytinyang ditemukan di plasenta.

Sama seperti kadal Mabuya, gen virus ini sangat penting untuk pembentukan plasenta. Hubungan antara virus dan plasenta ini masuk akal jika mempertimbangkan apa yang sebenarnya dilakukansyncytin. Protein ini memiliki kemampuan untuk memadukan dua atau lebih sel menjadi satu. Protein virus itu digunakan oleh virus untuk menyatu dengan membran luar sel dan menginfeksinya.

Kemampuan fusi tersebut telah dikooptasi oleh plasenta. Dengan menggabungkan sel dari ibu dan sel dari embrio, plasenta dapat mentransfer nutrisi ke embrio dan mengeluarkan limbah. Dan itu bukan hanya terjadi pada manusia, proteinsyncytinserupa ditemukan pada kera seperti gorila.

Studi yang lebih baru menunjukkan bahwa retrovirus telah menginfeksi mamalia berulang kali sepanjang sejarah evolusinya, sehingga kelompok mamalia yang berbeda seringkali memilikisyncytinyang berbeda yang berasal dari retrovirus yang berbeda.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top