Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Ekuador Umumkan Perang Melawan Kartel Narkoba

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Presiden Ekuador Umumkan Perang Melawan Kartel Narkoba Doc: YURI CORTEZ / AFP
Ket. Tentara Ekuador saat operasi keamanan di lingkungan miskin Guayaquil, Ekuador, Jumat (12/1).

QUITO - Dengan sebagian besar jalan-jalan kota sepi karena pengerahan militer besar-besaran, Ekuador, pada Rabu (10/1), mengumumkan berada dalam keadaan perang dengan kartel narkoba yang melancarkan kampanye brutal berupa penculikan dan penyerangan sebagai respons terhadap tindakan keras pemerintah.

Dikutip dari The Straits Times, ratusan tentara berpatroli di Ibu Kota Quito, di mana warga dicekam ketakutan atas gelombang kekerasan yang memicu kekhawatiran di luar negeri.

Negara kecil di Amerika Selatan ini telah terjerumus ke dalam krisis setelah bertahun-tahun meningkatnya kontrol oleh kartel transnasional yang menggunakan pelabuhannya untuk mengirimkan kokain ke Amerika Serikat dan Eropa.

Ledakan kekerasan terbaru dipicu setelah salah satu kepala kartel paling berkuasa di negara itu, Jose Adolfo Macias, yang dikenal dengan nama samaran "Fito", melarikan diri dari penjara pada tanggal 7 Januari.

Keesokan harinya, Presiden Daniel Noboa memberlakukan keadaan darurat dan jam malam, namun geng-geng tersebut membalas dengan deklarasi "perang" mengancam akan mengeksekusi warga sipil dan pasukan keamanan.

Mereka juga telah memicu sejumlah kerusuhan di penjara, memicu ledakan di tempat-tempat umum, dan melancarkan serangan yang menewaskan sedikitnya 14 orang. "Lebih dari 100 penjaga penjara dan staf administrasi disandera," kata otoritas penjara.

Di kota pelabuhan barat Guayaquil, para penyerang yang mengenakan balaclava (penutup kepala) menyerbu sebuah stasiun televisi milik negara pada tanggal 9 Januari, menyandera beberapa jurnalis dan staf dan melepaskan tembakan dalam siaran langsung sebelum polisi tiba.

Masyarakat Panik

Media lokal melaporkan beberapa penyerang masih berusia 16 tahun. Serangan ini, khususnya, menimbulkan kepanikan di masyarakat umum, banyak dari mereka meninggalkan pekerjaan dan menutup toko untuk pulang ke rumah.

"Hari ini kami tidak aman, apa pun bisa terjadi," kata Luis Chiligano, seorang penjaga keamanan berusia 53 tahun di Quito, yang menjelaskan ia memilih untuk bersembunyi daripada menghadapi para penjahat, yang memiliki persenjataan lebih baik.

"Ada ketakutan, Anda harus berhati-hati, melihat ke sana-sini, jika Anda naik bus ini, apa yang akan terjadi," kata seorang wanita berusia 68 tahun, di tempat lain di ibu kota.

Noboa mengatakan pada 10 Januari negaranya sekarang berada dalam keadaan perang, dan bersumpah untuk tidak menyerah pada geng tersebut.

Presiden berusia 36 tahun, yang menjabat kurang dari dua bulan, telah memberikan perintah untuk menetralisir kelompok kriminal, yang keanggotaannya diperkirakan berjumlah sekitar 20.000 orang.

"Kita berada dalam keadaan perang dan kita tidak boleh menyerah terhadap kelompok-kelompok teroris ini," katanya kepada Radio Canela pada 10 Januari, dan berjanji untuk tanpa henti menghadapi organisasi-organisasi teroris ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.