Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Amankan Penjual Tabung Oksigen

📅 Selasa, 13 Jul 2021, 07:10 WIB | Oleh:
Polisi Amankan Penjual Tabung Oksigen Doc: Istimewa
Ket. Tabung Oksigen Diamankan -- Barang bukti puluhan tabung oksigen yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi diamankan Polda Jatim, di Surabaya, Senin (12/7).

SURABAYA - Timsus Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, mengamankan dua penjual tabung oksigen di atas harga eceran tertinggi (HET), AS dan TW. Demikian dikatakan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, di Surabaya, Senin (12/7).

Kedua pelaku memiliki peran berbeda. AS berperan membeli tabung oksigen dari PT NI seharga 700 ribu rupiah. Dia lalu menjual kembali ke pembeli dengan harga 1.350 ribu rupiah. Padahal HET 750 ribu rupiah.

"Sedangkan tersangka TW memasarkan tabung oksigen melalui media sosial Facebook dan Whatshapp. Keduanya memperoleh keuntungan setiap tabung oksigen sebesar 650 rupiah," katanya.

Penangkapan berawal dari informasi ada penjualan tabung oksigen di atas HET. Menurutnya, dalam situasi sekarang banyak masyarakat membutuhkan oksigen. Namun, ada orang yang mencari keuntungan terlalu tinggi. Kapolda lalu mendalami dan menyita 129 tabung oksigen di Sidoarjo. "Kemudian tim Satgas Penegakan Hukum mendapat nama tersangka dari media sosial," tuturnya.

Nico menambahkan, para pelaku akan dijerat Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. "Kami dari satgas bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk memastikan ketersediaan oksigen, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga. Masyarakat dimbau tidak membeli tabung oksigen dan obat-obatan untuk disimpan, apalagi untuk dijual kembali," pungkas dia.

Sementara itu, Pemkot Surabaya mulai mengoperasikan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) di Puskesmas selama 24 jam. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, layanan tersebut termasuk fasilitas ambulance agae. Kapan pun masyarakat merasa kondisi tidak enak badan, bisa langsung memeriksakan diri.

"Ketika ada warga yang memanfaatkan layanan di PKM hasil swab antigennya positif, maka secara otomatis akan dirujuk ke tempat perawatan khusus gejala ringan dan OTG," ujarnya.

Eri menambahkan, sedangkan untuk pasien yang mengalami gejala sesak napasakan mendapat perawatan intensif melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soewandhie. Menurutnya, pola rujukan seperti ini diterapkan untuk memaksimal layanan kesehatan di Surabaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangerang: ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.