Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Pertama, Finlandia ke Delapan Besar

Foto : SEBASTIEN BOZON / AFP

Ruusuvuori mengembalikan bola I Petenis Finlandia, Emil Ruusuvuori mengembalikan bola ke petenis Swiss Stan Wawrinka saat pertandingan tenis tunggal putra mereka pada hari pertama Kejuaraan Wimbledon 2023 di The All England Tennis Club di Wimbledon, London, beberapa waktu lalu. Finlandia menorehkan sejarah dalam prestasi tenis mereka, me­ngalahkan Amerika Serikat 2-1 di Split, Minggu (17/9) untuk mencapai babak delapan besar Piala Davis untuk pertama kalinya.

A   A   A   Pengaturan Font

Juara Grand Slam tiga kali Stan Wawrinka tidak tampil di lapangan, namun komentarnya mengenai sedikitnya jumlah penonton di Glasgow telah memicu diskusi mengenai masa depan format Piala Davis saat ini. Wawrinka memposting video di akun media sosialnya tentang pertandingan pertama Swiss melawan Prancis.

Dia menunjukkan tribun penonton yang hampir kosong. Dia membandingkan dengan pertandingan kedua melawan tuan rumah Inggris. "Kami melihat perbedaan kedua pertandingan. Ini tidak normal," ujar Wawrinka.

Sejak tahun 2019, kompetisi bersejarah ini telah diubah menjadi ajang dengan format Piala Dunia. Peserta harus menjalani babak grup dan pertandingan berlangsung di lapangan netral. Kondisi itu membuat banyak pertandingan dimainkan di hadapan jumlah penonton yang sedikit.

Para mengkritik menyerukan kembalinya format menjadi kandang dan tandang seperti sebelum tahun 2019. Mark Woodforde, yang bermain untuk Australia di tiga final Piala Davis, menjadi ketua komite Piala Davis. Dia menolak kritik tersebut. Dia sepenuhnya menyadari bahwa beberapa pemain mengatakan, "Mengapa kita tidak kembali ke format kandang dan tandang."

Format itu tidak berfungsi. Itu sebabnya perubahan terjadi. Format lama mematikan persaingan di Piala Davis. Ada negara-negara yang mengatakan kepada ITF bahwa mereka tidak senang. Hal itu perlu diubah. Woodforde juga menolak gagasan bahwa formatnya akan berubah dalam waktu dekat. "Tahun 2024 kompetisi tetap apa adanya. Kami merasa ini format yang tepat," tandasnya. ben/AFP/G-1


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Benny Mudesta Putra, AFP

Komentar

Komentar
()

Top