Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyebab Bencana Hidrometeorologi Bukan Hanya Cuaca Ekstrem

📅 Kamis, 29 Des 2022, 00:03 WIB | Oleh:
Penyebab Bencana Hidrometeorologi Bukan Hanya Cuaca Ekstrem Doc: ANTARA/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS
Ket. TERISOLIR BANJIR I Pengendara roda dua menggunakan rakit menerobos banjir di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (28/12). Pada hari keempat bencana banjir yang terjadi di daerah tersebut, sejumlah akses jalan menuju daerah terisolir banjir.

JAKARTA - Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Didi Setiadi, menyebut bencana hidrometeorologi bukan hanya disebabkan cuaca ekstrem. Adapun faktor penyebab lain yaitu kondisi lingkungan, kondisi demografi, dan kemampuan penanggulangan bencana.

"Penyebab kejadian bencana tidak hanya satu, tapi komplikasi semuanya," ujar Didi dalam Diskusi Bisaan Bangga secara virtual, Rabu (28/12).

Dia menambahkan, Indonesia selain rawan bencana geologi juga rawan terhadap bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca, seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan. Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.

Indonesia merupakan wilayah energi tinggi sehingga dalam prosesnya terjadi dinamika yang bisa memicu cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. "Kondisi wilayah Indonesia itu cenderung terjadinya kondisi ekstrem terutama hujan karena kita penghasil hujan terbesar di dunia," jelasnya.

Laboratorium Iklim

Didi mengungkapkan Indonesia kerap disebut laboratorium iklim. Menurutnya, kondisi iklim yang terjadi di Indonesia berpengaruh terhadap iklim global, begitu juga sebaliknya Indonesia menjadi paling terdampak akibat perubahan iklim global.

Dia menambahkan, Indonesia menjadi kunci dalam mengatasi masalah iklim global. Menurutnya, semua pihak harus mulai meningkatkan kemampuan pengelolaan risiko bencana sebagai langkah mitigasi dampak buruk perubahan iklim.

"Pengelolaan risiko bencana tanggung jawab semua pihak. Pemerintah wajib melindungi warganya dengan cara mengelola risiko bencana dengan memperkecil dampak bencana. Masyarakat serta dunia usaha juga harus ikut berperan," katanya.

Didi menekankan, dalam pengelolaan risiko bencana terdapat proses pengkajian dan pengendalian. Pengkajian dilakukan jauh sebelum terjadi bencana dengan analisis estimasi dan evaluasi risiko.

Sedangkan dalam proses pengendalian mencakup pencegahan dan penanganan pasca bencana. Menurutnya, proses tersebut harus dilakukan untuk meminimalisir dampak dari bencana. "Seluruh kegiatan perlu dilakukan dan tujuannya berusaha mengurangi risiko tersebut sekecil mungkin," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Kota Bandung Dapat 200 Becak Listrik dari Pemerintah

15 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kota Bandung Dapat 200 Beca...
Luar Negeri
Ancaman Rusia Meningkat, Pr...
Megapolitan
Polisi Tangkap Pria Bawa Ek...
Luar Negeri
Indonesia Jadi Tuan Rumah U...
Advertisement
Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

19 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.