Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengguna PLTS Atap Sektor Komersial di Jateng Dapat Insentif

📅 Kamis, 07 Okt 2021, 00:03 WIB | Oleh:
Pengguna PLTS Atap Sektor Komersial di Jateng Dapat Insentif Doc: ISTIMEWA
Ket. SUJARWANTO DWIATMOKO Kepala Dinas ESDM Jateng - Permintaan pasar meningkat karena tuntutan global untuk menurunkan emisi gas rumah efektif mendorong sektor industri menuju industri hijau yang menggunakan sumber energi terbarukan.

SEMARANG - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Provinsi Jawa Tengah hingga Agustus 2021 mencapai 36,74 megawatt peak (MWp) dengan jumlah pengguna 4.133.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Chrisnawan Anditya, di Semarang, Rabu (6/10), mengatakan dengan pencapaian tersebut maka pengguna PLTS Atap di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi yang terbanyak ketiga di Indonesia.

Pemerintah, jelasnya, mengakomodasi kebutuhan sektor industri dan komersial dalam memasang PLTS Atap dengan beberapa strategi, termasuk klausul penurunan biaya paralel kapasitas untuk pelanggan industri dari 40 jam menjadi 5 jam per bulan yang telah berlaku sejak 2019.

Peran berbagai pihak, termasuk sektor komersial dan industri, lanjut dia, sangat penting untuk pencapaian target iklim Indonesia sekaligus mendorong daya saing operasi dan produk yang hijau.

"Sektor komersial dan industri akan menghadapi tantangan global ke depan, terutama bila diterapkan carbon border tax oleh Uni Eropa pada 2026. RUPTL saat ini memuat 51 persen pembangkit yang akan dibangun adalah pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dan dalam masa transisinya, industri didorong untuk menyeimbangkan dengan penggunaan PLTS Atap," kata Chrisnawan seperti dikutip dari Antara.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengungkapkan potensi PLTS Atap sektor industri di Jateng-DIY mencapai 3,5 GWp atau 10 persen dari potensi pasar PLTS Atap dari pelanggan sektor industri se-Indonesia.

"Survei pasar IESR menunjukkan ada potensi sebesar 9,8 persen atau 16 ribu usaha di Jawa Tengah untuk memanfaatkan PLTS Atap," kata Fabby.

Agar dapat mewujudkan upaya dekarbonisasi dan upaya pengendalian iklim maka sektor industri dan komersial dapat mengidentifikasi kebutuhan dan strategi melaksanakan transisi energi dengan memiliki roadmap transisi energi.

Provinsi Surya

Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan sejak Jawa Tengah dideklarasikan sebagai Provinsi Surya (Central Java Solar Province) pada 2019, maka hingga pertengahan September 2021 mencatat 48 persen (4,3 MWp dari 8,8 MWp) total kapasitas PLTS terpasang berasal dari sektor komersial dan industri.

Paket kebijakan dan regulasi yang mendukung juga telah disiapkan, di antaranya rencana umum energi daerah, rencana strategis Dinas ESDM Provinsi Jateng, dan Surat Edaran Gubernur untuk pemanfaatan PLTS Atap di bangunan pemerintah, publik, komersial, dan industri. Selain kebijakan dan regulasi, yang terpenting adalah permintaan pasar.

"Permintaan pasar meningkat karena tuntutan global untuk menurunkan emisi gas rumah efektif mendorong sektor industri menuju industri hijau yang menggunakan sumber energi terbarukan," kata Sujarwanto.

Pemprov Jateng serius dalam mendorong pemanfaatan PLTS di wilayahnya setelah mempunyai potensi teknis energi surya mencapai 193-670 gigawatt peak (GWp) dengan potensi pembangkitan dari PLTS sekitar 285-959 terawatt hour (TWh) per tahun.

Peningkatan kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan, ketersediaan regulasi, dan ekosistem yang mendukung serta keuntungan dari penggunaan PLTS menjadi daya tarik bagi sektor komersial dan industri untuk memasang PLTS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Tugboat Tenggelam di Bawean...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp93.100/...
Megapolitan
Latihan jelang pertunjukan ...
Advertisement
Bikin Bangga! Pemuda Indonesia Juarai Kompetisi Video UNESCO di Italia

Bikin Bangga! Pemuda Indonesia Juarai Kompetisi Video UNESCO di Italia

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.